Kisah di Balik Kue Kering yang Wajib Jadi Sajian Saat Lebaran, Berawal dari Ketidaksengajaan

Lebaran sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia untuk berkumbul berbagi keceriaan bersama keluarga dan kerabat.

Kisah di Balik Kue Kering yang Wajib Jadi Sajian Saat Lebaran,  Berawal dari Ketidaksengajaan
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Kue kering 

Baru sekitar abad ke-17 dan 18 di Eropa, pembuatan kue mulai dikontrol dengan hati-hati oleh asosiasi profesional.

4. Kudapan wajib perayaan Eropa

Setelah revolusi industri, pada abad ke-19, teknologi pembuatan kue makin maju.

Saat itu, bermacam-macam kue kering diciptakan mulai dari rasa manis hingga gurih.

Sejak saat itu, kue menjadi salah satu kudapan wajib untuk berbagai perayaan di Eropa maupun Amerika seperti Natal dan sebagainya.

5. Masuk Indonesia saat penjajahan Belanda

Di Indonesia sendiri salah satu kue kering yang terkenal adalah nastar.

Penganan ini laris ketika Lebaran.

Setelah nastar, kemudian muncul berbagai varian kue kering lainnya.

Nastar masuk ke Indonesia ketika masa penjajahan Belanda.

Kue ini menjadi pengganti pie blueberry atau apel yang merupakan kegemaran bangsa Belanda.

Nama nastar adalah kepanjangan bahasa Belanda yaitu “Ananas/ nanas” dan “Taart/tart/pie” yang artinya Tart nanas.

Penggunaan nanas sendiri merupakan pengganti buah blueberry yang sulit ditemukan di Indonesia.

Hingga saat ini, nastar merupakan salah satu kue kering favorit di Indonesia untuk berbagai perayaan dan menyambut tamu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta di Balik Kue-kue Kering yang Kerap Muncul Saat Lebaran"

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved