Berita Banjarmasin

Klaim Hak Kalsel Atas Hasil Eksplorasi Migas di Kawasan Pulau Lari-Larian Masuki Babak Baru

Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk bisa merasakan buah manis hasil eksplorasi Migas di kawasan Pulau Lari-Larian masuki babak baru.

Klaim Hak Kalsel Atas Hasil Eksplorasi Migas di Kawasan Pulau Lari-Larian Masuki Babak Baru
web
pulau lari-larian

Terkait DBH menurut Wakil Bupati Tanahbumbu, Burhanuddin, masih ada ganjalan yang sebabkan Kalsel belum bisa menerima DBH hingga saat ini.

Dijelaskan Burhanuddin, untuk bisa menerima DBH, daerah harus mengantongi Surat Keputusan sebagai Daerah Penghasil yang dikeluarkan oleh Kementrian ESDM.

Walaupun sudah ada kemajuan dengan lolosnya verifikasi terhadap Perusahaan Daerah sebagai Perwakilan Daerah, namun Pemerintah Provinsi Kalsel maupun Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu nyatakan belum sama sekali mengetahui berapa besar potensi nilai yang akan diterima.

Dimana menurutnya setelah bertahun-tahun perjuangkan hak daerahnya atas eksplorasi di kawasan Pulau Larian-Larian, belum ada gambaran nilai yang secara resmi disebutkan.

"Potensinya memang belum dibuka, nanti setelah audit baru akan dibuka," kata Burhanuddin.

Hal ini menurut Burhanuddin harus terus diperjuangkan hingga Kalsel mendapatkan hak yang seharusnya diterima.

Pasalnya, Burhanuddin nyatakan daerah sudah mati-matian memperjuangkan hak kawasan Pulau Lari-Larian selama bertahun-tahun.

Belum lagi kata Burhanuddin biaya perjalanan dinas kunjungan kerja pulang pergi ke berbagai lokasi baik ke Kementrian maupun ke lokasi Kawasan Pulau Larian-Larian untuk membahas hak Kalsel atas hasil eksplorasi Migas di kawasan tersebut.

Padahal menurut Burhanuddin proyek eksplorasi Migas di kawasan Pulau Larian-Larian sudah berjalan cukup lama sejak Tahun 2013 lalu.
(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved