BPost Cetak

90 Menit Menuju Sejarah, Man City vs Watfor

Pep Guardiola berpeluang membawa City meraih tiga gelar domestik tertinggi sepak bola Inggris: Piala Liga, Liga Primer, dan Piala FA.

90 Menit Menuju Sejarah, Man City vs Watfor
TWITTER.COM/OPTAJOE
Manchester City menekuk Watford pada duel Liga Inggris di Etihad Stadium, 9 Maret 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dalam sejarah sepak bola di Inggris, Manchester United (MU) adalah klub pertama dan satu-satunya yang mampu merebut tiga gelar dalam satu musim. Raihan prestasi dengan tinta emas itu mereka catatkan pada musim 1998/1999.

Berselang dua dekade kemudian, klub sekota mereka, Manchester City berpeluang mencatatkan sejarah lain. Mirip dengan rival sekotanya itu, City kini juga berpeluang merebut treble alias tiga gelar dalam satu musim. Namun bedaanya, jika dulu Sir Alex Ferguson membawa The Red Devils menjadi juara Piala FA, Liga Primer Inggris, dan Liga Champions, kini Pep Guardiola berpeluang membawa City meraih tiga gelar domestik tertinggi sepak bola Inggris: Piala Liga, Liga Primer, dan Piala FA.

Sepanjang sejarah, tidak ada satu tim pun yang mampu meraih tiga gelar domestik tertinggi sepak bola Inggris dalam satu musim. Tidak pula tim-tim legendaris seperti MU atau Liverpool, Arsenal atau Chelsea. Dan kini, The Citizens hanya berjarak 90 menit untuk mewujudkan sejarah tersebut.

MU sebenarnya pernah memiliki peluang tersebut. Mereka nyaris menorehkan sejarah pada 1993/1994. Ketika itu, MU asuhan Sir Alex telah memenangkan gelar Liga Primer dan Piala FA, torehan double untuk kali pertama dalam sejarah MU. Namun, mereka gagal meraih gelar Piala Liga saat takluk dari Aston Villa asuhan Ron Atkinson, dalam final yang digelar Maret 1994.

Baca: Si Palui: Tanginum Banyu Es

Baca: Desa Mandapai Dipenuhi Tentara Pejuang

Baca: Tingkatkan Keamanan Pasar Wadai

Steve Bruce, kapten MU ketika itu memiliki rekan setim berkelas bintang seperti Eric Cantona, Peter Schmeichel, Roy Keane, Ryan Giggs, hingga Andrei Kanchelkis. Namun, Bruce mengakui bahwa untuk meraih semua gelar domestik tersebut dalam satu musim dibutuhkan pula keberuntungan. ”Meraih treble dalam ajang domestik itu sangat sulit,” kata pria yang kini menjadi pelatih klub Championship, Sheffield Wednesday itu.

Bruce membeberkan, ketika MU memiliki peluang tersebut, tapi pada akhirnya justru menjadi sebuah tekanan. ”Kami sudah sangat dekat pada 1994 apalagi kami memiliki tim yang sangat kuat. Namun, kami kalah di final Piala Liga,” kata Bruce lagi. ”Tim terbaik selalu memenangkan gelar liga dan kami meraihnya pada tahun tersebut seperti City saat ini. Namun, untuk Piala FA, Anda membutuhkan sedikit keberuntungan,” dia menambahkan.

Kini, Bruce menilai bahwa City memiliki peluang tersebut. Tinggal Watford yang mengadang Aguero dan kawan-kawan untuk menorehkan sejarah. ”Itu akan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa jika mereka mampu meraihnya, yang diraih oleh tim yang luar biasa,” katanya lagi.

Peluang skuat Pep Guardiola merengkuh gelar Piala FA memang terbilang cukup lebar mengingat lawan yang mereka hadapi ‘cuma’ Watford. Musim ini, tim besutan Javi Gracia itu mengakhiri musim di urutan ke-11 dengan 50 poin, berselisih 48 angka dari City yang menjadi juara.

Namun meski timnya lebih diunggulkan, Guardiola enggan menganggap remeh Watford. Ia menilai The Hornets adalah tim terbaik di luar Big Six. ”Watford dan Wolves adalah tim terbaik di luar Big Six. Mereka tim yang konsisten. Everton performanya naik turun, Leicester berakhir sangat baik di bawah Brendan Rodgers. Sementara Watford bersama Javi Gracia, dia adalah manajer berpengalaman yang pernah melatih di berbagai negara. Saya pikir dia adalah pria yang sangat brilian dan tahu persis apa yang harus dilakukan,” ujar Guardiola seperti dilansir BBC.

Mantan pelatih Barcelona itu juga mengingatkan pasukannya untuk mewaspadai serangan Watford, terutama dari situasi bola mati. Peringatan itu mengacu pada data statistik yang dilansir Whoscored, yang mencatat bahwa di Liga Inggris musim ini Troy Deeney dkk telah mengemas 12 gol dari situasi set-piece. ”Mereka memiliki talenta hebat di lini depan, banyak mengandalkan fisik, serta bagus dalam bola mati.”

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved