Berita Internasional

Beri Dukungan ke Pemerintah, Rakyat China Ramai-ramai Membeli Sikat Toilet Donald Trump

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China ternyata bisa memicu kreativitas untuk mengolok-olok lawan.

Beri Dukungan ke Pemerintah, Rakyat China Ramai-ramai Membeli Sikat Toilet Donald Trump
dailymail
Sikat toilet Donald Trump sedang menjadi tren di China. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Perang dagang antara Amerika Serikat dan China ternyata bisa memicu kreativitas untuk mengolok-olok lawan.

Rakyat China dikabarkan beramai-ramai membeli sikat toilet dengan wajah Presiden AS Donald Trump sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah.

"Trump ternyata bisa juga bermanfaat," canda seorang blogger China.

Sikat toilet Donald Trump ini dijual dengan desain yang bervariasi dengan harga sekitar 20 yuan atau sekitar Rp 40.000 per buah.

Salah satu versi sikat ini ditemukan di Shanghai yang memperlihatkan sebatang sikat dengan figur Trump.

Figur Trump di sikat itu mengenakan setelan jas berwarna biru, kemeja putih, dan dasi merah.

Baca: Sahur dan Buka dengan Makanan Pedas, ini Reaksi yang Terjadi pada Tubuh

Baca: Asisten Raffi Ahmad, Merry Bocorkan Penghasilannya Buat Feni Rose Sindir Suami Nagita Slavina

Baca: Foto Pernikahan Ayu Ting Ting dan Ivan Gunawan Beredar, Bilqis Tak Jadi Berayahkan Shaheer Sheikh

Baca: Sindiran Menohok Nia Ramadhani Pada Anggia Chan Akui Habiskan 100 Juta Untuk Vicky Prasetyo

Sementara, rambut oranye "Trump" sekaligus berfungsi sebagai sikat untuk membersihkan toilet.

Sikat toilet ini dijual di situs jual beli Taobao yang kini malah giat menyarankan warga membeli sikat tersebut setelah benda itu menjadi "trending" pencarian.

Taobao mengatakan, sikat toilet ini amat ringan dan bergaya serta bisa digunakan untuk membersihkan toilet jongkok atau toilet duduk.

Taobao menambahkan, sikat ini memliki kekuatan membersihkan "360 derajat" dan mampu mencapai sebuah sudut serta celah di toilet.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sikat Toilet Berwujud Donald Trump Sedang Tren di China",

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved