Pemilu 2019

Penyelenggara Ad Hoc Pemilu 2019 Meninggal Dunia di Kalsel Tembus Angka 21 Orang

Puncak penyelenggaraan Pemilu 2019 yaitu proses pungut hitung suara sudah berakhir di Kalsel, Sabtu (11/5/2019).

Penyelenggara Ad Hoc Pemilu 2019 Meninggal Dunia di Kalsel Tembus Angka 21 Orang
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kesibukan Petugas KPPS di salah satu TPS di Kalsel saat Pencoblosan Pemilu 2019, 17 April 2019 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puncak penyelenggaraan Pemilu 2019 yaitu proses pungut hitung suara sudah berakhir di Kalsel, Sabtu (11/5/2019).

Walaupun berjalan damai, namun Pemilu 2019 di Kalsel juga menyisakan duka mendalam akibat gugurnya para penyelenggara Pemilu di Kalsel yang hingga Sabtu (18/5/2019) berjumlah 21 orang.

Mereka merupakan para penyelenggara ad hoc Pemilu 2019 dengan tugas beragam baik Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun Petugas Ketertiban.

Dijelaskan Komisioner Koordinator Divisi Pendidikan Pemilih, Sosialiasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Kalsel, Edy Ariansyah, para penyelenggara ad hoc Pemilu yang meninggal tersebut tersebar di sebelas Kabupaten/Kota di Kalsel.

Yaitu satu orang KPPS di Kabupaten Tapin, masing-masing satu orang KPPS dan Petugas Ketertiban TPS di Balangan, satu Petugas Ketertiban di Hulu Sungai Tengah, dua orang KPPS di Kabupaten Banjar, masing-masing satu orang KPPS dan Petugas Ketertiban di Tabalong.

Baca: Live Streaming Indosiar- Persib vs Persipura Jayapura Shopee Liga 1 2019, Rene Alberts Target Menang

Baca: Profil 9 Srikandi Pansel Capim KPK 2019-2023, Ekonomi UI hingga Sosok Penting di IBM dan Garuda

Baca: Bayi 6 Bulan Jadi Anggota Perpustakaan, Ramadhan Kids Library Jadi Tempat Favorit Keluarga

Selanjutnya satu orang KPPS di Kabupaten Tanah Laut, masing-masing satu orang KPPS dan Petugas Ketertiban di Hulu Sungai Selatan, tiga orang KPPS di Kota Banjarbaru, tiga orang KPPS di Kota Banjarmasin serta dua KPPS dan satu Petugas Keamanan di Kabupaten Tanah Bumbu dan

Mayoritas para korban tersebut meninggal dunia setelah jatuh sakit diduga akibat kelelahan usai jalankan tugasnya sebagai penyelenggara ad hoc Pemilu 2019.

Dijelaskan Edy, saat ini seluruh nama penyelenggara ad hoc Pemilu 2019 di Kalsel yang meninggal dunia tersebut sudah dihimpun dan diserahkan Sekretariat KPU Provinsi Kalsel ke Sekretariat Jenderal KPU RI agar nantinya mendapatkan santunan.

"Ya sudah ada perintah dari Sekjen untuk mendata dan memverifikasi. Di Kalsel sudah dilakukan dan Laporan hasil verifikasi sudah kami serahkan," kata Edy saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (18/5/2019).

Walau demikian, Edy nyatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti kapan santunan yang dijanjikan KPU RI bisa diserahkan kepada keluarga para korban.

"Menunggu keputusan lanjutan dari KPU RI," kata Edy.

Jika sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani terkait pengalokasian dana santunan petugas Penyelenggara ad hoc Pemilu, maka penyelenggara ad hoc Pemilu meninggal dunia seharusnya mendapatkan santunan sebesar Rp 36 juta.

Sedangkan untuk penyelenggara ad hoc Pemilu yang alami kecelakaan kerja yaitu mendapatkan Rp 30,8 juta untuk korban cacat permanen, Rp 16,5 juta untuk korban luka berat dan Rp 8,25 juta untuk korban luka ringan. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved