Berita Kaltim

PJR Polda Kaltim Temukan Praktik KIR Palsu di Kawasan Tahura Bukit Soeharto, Sasar Truk Luar Kaltim

Sopir kendaraan muatan yang melintas di Jalan Soekarno Hatta kawasan Tahura Bukit Soeharto, kedapatan menunjukkan KIR abal-abal kepada mereka.

PJR Polda Kaltim Temukan Praktik KIR Palsu di Kawasan Tahura Bukit Soeharto, Sasar Truk Luar Kaltim
Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Eddy Djunaedi saat memberikan penghargaan kepada anggota PJR Polda Kaltim yang berhasil menindak praktik dugaan KIR palsu di kawasan Tahura Bukit Soeharto Kalimantan Timur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Berhasil mengungkap jaringan pemalsu KIR abal-abal alias KIR palsu, sebanyak 6 anggota PJR Ditlantas Polda Kaltim diganjar penghargaan 

Sopir kendaraan muatan yang melintas di Jalan Soekarno Hatta kawasan Tahura Bukit Soeharto, kedapatan menunjukkan KIR abal-abal kepada mereka.

Adalah Kanit PJR KM 51 AKP Donny Dwija Romansa dan Ipda Sutarno serta 4 anggotanya, Aipda Kusnanto,  Aipda Mudianto, Bripka Ismail dan Brigpol Ramot Simanjutak mendapat penghargaan langsung dari Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Eddy Djunaedi.

Pada momen puasa tak membuat semangat mereka kendur. Personel PJR itu tetap rutin bertugas di kawasan poros Balikpapan-Samarinda, Pos Lalu Lintas Km 51, Taman Hutan Raya (Tahura), Kutai Kartanegara.

Pada Minggu (12/5/2019) Sekitar pukul 22.30 Wita, sebuah truk warna hijau pelat Jakarta B 9450 SYV melintas. Truk itu melaju dari arah Samarinda menuju Balikpapan, petugas memberi tanda berhenti kepada sopir.

Baca: Sobri Lubis Pastikan FPI Ikut Unjuk Rasa 20-22 Mei 2019, Ini Prediksi Mahfud MD

Kendaraan tersebut melambat karena melihat petugas berdiri. Anggota PJR yang berjaga di pos kemudian mengambil tindakan.

Sopir truk yang belakangan diketahui Salman Bidang (26) menepikan kendaraan. Truk muatan dari Malinau dengan tujuan Balikpapan tersebut kemudian dilakukan cek fisik oleh beberapa petugas. Seorang petugas mengecek kelengkapan dokumen kendaraan yang membawa alat pengaduk semen.

SIM dan STNK sudah sesuai. Namun saat memeriksa Buku Uji KIR (Buku rangkaian kegiatan menguji atau memeriksa bagian-bagian kendaraan) petugas mencurigai ada yang tak beres.

Stiker masa berlaku tak sesuai. Untuk meyakinkan petugas mengecek tanda barcode buku KIR melalui aplikasi pengecekan KIR di smartphone petugas. Tak lama berselang, usai di-scan pada gambar barcode, muncul data identitas kendaraan.

“Antara data di dokumen (KIR) dan spesifikasi kendaraan tak sesuai," kata Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Eddy Djunaedi, Sabtu (18/5/2019).

Baca: Gubernur Minta Pejabat Bermasalah di Pemprov Kalbar Istirahat, 10 Kepala OPD Minta Pensiun Dini

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved