Berita Kabupaten Banjar

Tiga Pejuang Demokrasi (KPPS) Banjar Tutup Usia, Ini yang Akan Dilakukan KPUD Setempat

Pemilihan umum (pemilu) serentak 2019 benar-benar menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia.

Tiga Pejuang Demokrasi (KPPS) Banjar Tutup Usia, Ini yang Akan Dilakukan KPUD Setempat
istimewa/muslihah
MUSLIHAH, komisioner KPUD Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pemilihan umum (pemilu) serentak 2019 benar-benar menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia.

Pasalnya cukup banyak penyelenggara pemilu yang meninggal yang ditengarai akibat kelelahan raga dan jiwa.

Secara nasional jumlahnya mencapai ratusan orang, sedangkan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), sebanyak 21 orang. Mereka yang meninggal di antaranya ada yang menjabat ketua atau anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan ketua/anggota KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara).

Di Kabupaten Banjar, tercatat tiga orang penyelenggara pemilu yang meninggal. "Dua orang anggota KPPS dan satu orang anggota PPS," ucap komisioner KPUD Banjar Muslihah ketika sedang dalam perjalanan dari Bandara Syamsudin Noor (Banjarbaru) menuju rumahnya di Desa Biih Kecamatan Karangintan saat dihubungi BPost via telepon, Sabtu (18/05/2019) malam.

Baca: Tanggal 22 Mei 2019, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Nyatakan Kaltim Bebas dari People Power,

Pertama yang meninggal, sebut Muslihah, yakni Yusni anggota KPPS Desa Beruntungbaru, Kecamatan Beruntungbaru. Lalu, Thamrin anggota KPPS Desa Kertakhanyar, Kecamatan Kertakhanyar.

"Terkini yang meninggal sekitar dua hari lalu yakni Sarmidi, anggota PPS Tambakanyar Ulu, Kecamatan Martapura Timur," sebut Muslihah yang membidangi Divisi Perencanaan dan Data ini.

Ia menuturkan almarhum sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit sebelum kemudian mengembuskan napas terakhir.

"Penyebabnya sama dengan dua anggota KPPS lainnya yang meninggal lebih dulu yakni karena sakit. Tentang sakitnya apa, nah ini yang saya kurang begitu tahu," aku Muslihah.

Apakah bakal ada santunan dari KPUD Banjar? "Nanti coba kami bahas dulu. Yang jelas kami laporkan dulu data-datanya ke KPU pusat," tandasnya.

Baca: Jelang 22 Me 2019, TNI Polri Pantau Pintu Keluar Masuk Kaltim, Waspadai Wilayah Padat Penduduk

Dikatakannya, keluarga besar KPUD Banjar sangat kehilangan. Pihaknya saat ini memang masih sangat sibuk sehingga belum bisa semuanya berempati ke rumah duka.

"Tapi kemarin itu setidaknya ada Pak Aziz (komisioner) yang datang ke rumah duka. Kalau dari pihak sekretariat ada saja ke rumah duka mewakili KPUD Banjar," tandas Muslihah.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved