Berita Regional

Setelah Melahirkan, Bupati Nonaktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin Pilih Bersama Bayinya di Rutan

Melahirkan anak ke empatnya, hingga kini Bupati non-aktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin masih bersama bayinya di rutan setempat.

Setelah Melahirkan, Bupati Nonaktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin Pilih Bersama Bayinya di Rutan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin, terlibat dalam kasus suap Meikarta bersama empat anak buahnya dan staf Lippo Group. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Melahirkan anak ke empatnya di Rutan Perempuan Bandung,19 April 2019 lalu, hingga kini Bupati non-aktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin masih bersama bayinya di rutan setempat.

Neneng melahirkan anak keempatnya itu dalam proses persidangannya sebagai terdakwa kasus suap perizinan pembangunan Meikarta.

Kepala Rutan Perempuan Bandung Lilis Yuaningsih mengatakan Bupati non-aktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin belum menyampaikan rencana perawatan bayinya yang baru lahir pada 19 April 2019.

Selama menjalani proses persidangan, dia mendekam di Rutan Perempuan Bandung, Jawa Barat.

Menurut Lilis, saat ini, bayi Neneng dalam kondisi sehat di Poliklinik. “Beliau belum cerita,” kata Lilis dalam pesan singkatnya, Jumat (17/5/2019).

Baca: liverpool Tidak Boleh Pakai Kostum Baru Saat Lawan Tottenham Hotspur di Final Liga Champions

Baca: Sahur dan Buka dengan Makanan Pedas, ini Reaksi yang Terjadi pada Tubuh

Baca: Dibanderol Rp 3 Jutaan, Realme X Mengusung Tekmolodi dan Desain Berbeda Dibanding Pendahulunya

Namun, bagaimana ketentuan sebenarnya?

Lilis mengatakan, sang bayi diperbolehkan tinggal bersama sang ibu di rutan.

Hal itu diatur Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 1999 Tentang Syarat-Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas dan Tanggung Jawab Perawatan Tahanan.

“Pasal 28. Itu aturan yang kita pakai kalau anaknya bisa tinggal bersama sampai usia 2 tahun,” kata Lilis.

Pasal 28 ayat 4 menyebutkan, anak dari tahanan wanita yang dibawa ke dalam Rutan/cabang rutan atau lapas /cabang lapas diberi makanan dan makanan tambahan sesuai dengan petunjuk dokter paling lama sampai anak berumur (dua) tahun.

Sementara itu, ayat 5 berbunyi 'anak sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 telah berumur dua tahun harus diserahkan kepada bapak atau sanak keluarganya, atau pihak lain atas persetujuan ibunya'.

Kini, pihak Rutan tinggal menunggu keputusan Neneng. (Kompas.com/Agie Permadi)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Nasib Bayi Bupati Nonaktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin yang Lahir di Rutan

Editor: Hari Widodo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved