Berita Tapin

Ini Kata Camat Candi Laras Selatan Soal Situs Candi Laras di Tapin, Warga Temukan Sisa Reruntuhan

Batu bata itu diyakini bekas reruntuhan Candi Laras. Bentuknya besar kalau dibandingkan batu bata saat ini, ukurannya tiga kali lebih besar.

Ini Kata Camat Candi Laras Selatan Soal Situs Candi Laras di Tapin, Warga Temukan Sisa Reruntuhan
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Warga Desa Candi Laras, Tapin, Kalsel, memperlihatkan batu bata yang diyakini bekas sisa bangunan Candi Laras. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Syaifullah, warga Desa Candi Laras, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengaku menyimpan satu batu bata.

Batu bata itu diyakini bekas reruntuhan Candi Laras. Bentuknya besar kalau dibandingkan dengan batu bata saat ini, ukurannya tiga kali batu bata buatan saat ini.

"Saya simpan batu bata ini di rumah. Saya cuma menemukan satu batu bata ini. Saya meyakini memang ada peradaban di Situs Candi Laras tersebut," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (19/5/2019).

Keberadaan Situs Candi Laras yang tidak terawat diakui Camat Candi Laras Selatan, Muhammad Luthfi karena belum ada akses jalan darat hanya dapat melalui sungai.

"Kami sudah membuat jalan beton dapat lintas kendaraan roda dua. Sudah dibangun jalan itu sepanjang 700 meter. Sisanya sekitar 300 meter," katanya.

Baca: Gelar Pasar Murah dan Pakaian Layak Pakai Remaja Masjid Timbuk Bahalang HST, Diserbu Ibu-Ibu

Menurut Luthfi saat ini Pemerintah Desa Candi Laras sedang membikin pengurus untuk mengelola Situs Candi Laras tersebut.

Luthfi mengaku kagum dengan kemampuan pendiri Candi Laras. Itu setelah dilihat melalui google map, posisi Candi Laras persis berada di tengah- tengah aliran sungai Margasari.

"Padahal saat itu tidak ada teknologi. Tapi mereka mampu menempatkan posisi Candi Laras tepat di tengah," katanya.

Dari pantauan reporter Banjarmasinpost.co.id pada Google Map, hanya posisi situs Candi Laras yang masih terlihat hijau berbentuk persegi panjang.

Begitu juga yang berdekatan dengan bantaran sungai Margasari, masih ada persegi panjang hijau yang diduga lokasi dermaga penambatan kapal.

Dua lokasi itu diakui Luthfi belum terjamah atau dijadikan lahan pertanian oleh warga setempat dan kondisinya masih semak belukar dan rawa.

Baca: HSS Nominator Kabupaten Layak Anak, TK Munggu Raya Dinilai Tim Verifikasi

Luthfi mengaku artefak di Situs Candi Laras tersebut sudah diangkut ke Museum Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru.

"Ada rencana ingin membuat artefak yang tidak asli atau istilah semacam duplikat di Situs Candi Laras tersebut," katanya.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Tapin, H Ikhwanudin Husin yang dihubungi reporter Banjarmasinpost.co.id terkait penampakan Situs Candi Laras akan berkoordinasi dengan mitra kerjanya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tapin.

"Terima kasih atas informasinya. Segera kami akan berkoordinasi dinas terkait Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tapin," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved