Ramadhan 1440 H

Pendonor Cenderung Menurun Selama Ramadhan, UTD PMI Kalsel Jemput Bola

Selama Bulan Ramadhan, penerimaan donor darah di UTD PMI Kalsel dari masyarakat cenderung sedikit menurun, khususnya dari pendonor yang datang ke UTD

Pendonor Cenderung Menurun Selama Ramadhan, UTD PMI Kalsel Jemput Bola
Banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Wakil Sekretaris Bidang Transfusi Darah PMI Provinsi Kalsel, dr Salmawati 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selama Bulan Ramadhan, penerimaan donor darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari masyarakat cenderung sedikit menurun, khususnya dari pendonor yang datang ke UTD Provinsi Kalsel.

Dimana pada hari-hari biasanya ada rata-rata 20 hingga 25 orang yang datang mendonorkan darahnya dalam satu shift, menurun menjadi rata-rata 10 orang saja di Bulan Ramadhan.

Hal ini menurut Wakil Sekretaris Bidang Transfusi Darah PMI Provinsi Kalsel, dr Salmawati bisa jadi disebabkan masyarakat khawatir ibadah puasanya terganggu jika melakukan donor darah.

Padahal menurut dr Salmawati, mendonorkan darah sama sekali tidak membatalkan puasa seseorang.

"Tidak membatalkan, yang penting pendonor sudah di tes keadaan tubuhnya sehat," kata dr Salmawati.

Baca: Dirayu Dukun Bisa Mengeluarkan Emas Secara Gaib, Sisiwi Ini Harus Kehilangan Kehormatannya

Baca: Link Live Streaming MotoGP Prancis 2019 - Live Trans 7 Malam Ini : Marquez Samai Pole Potition Rossi

Baca: Bikin Cemburu! Baim Wong Sebut Marshanda Mantan Jadi Nama Calon Anak, Begini Sikap Paula Verhoeven

Menyiasati hal ini, UTD PMI Provinsi Kalsel melakukan berbagai kegiatan jemput bola ke berbagai titik lokasi baik tempat ibadah, perkantoran instansi maupun di lokasi keramaian untuk mengamankan pasokan stok darah.

Kegiatan pencarian pendonor darah dilakukan menggunakan mobil-mobil UTD yang juga dimaksimalkan beroperasi hingga malam hari.

"Malam hari di Banjarmasin kita bisa siagakan mobil unit di Masjid Sabilal Muhtadin, kadang di Duta Mall juga," kata dr Salmawati.

Hal ini menurutnya dilakukan agar bisa menjaga stok darah di UTD PMI Provinsi Kalsel untuk mengimbangi kebutuhan darah di Kota Banjarmasin.

Dimana rata-rata membutuhkan sebanyak 100 sampai 150 kantung darah setiap hari, baik melalui dropping ke RSUD Ulin Banjarmasin maupun keperluan di Rumah Sakit lainnya se Kota Banjarmasin.

"Aturan dari pusat, setiap UTD setidaknya harus punya stok minimal untuk empat hari kedepan. Jadi di Banjarmasin kami setidaknya harus sediakan 400 kantung stok darah setiap hari," kata dr Salmawati.

Namun tak hanya di Kota Banjarmasin, PMI juga saat ini sudah memiliki dua UTD lainnya di Kalsel, yaitu UTD Kabupaten Banjar dan UTD Kabupaten Tanah Laut.

Kedua UTD tersebut juga menurut dr Salmawati walaupun jumlah minimal stok darahnya masih belum sebanyak UTD di Kota Banjarmasin, tetapi juga menjalankan strategi jemput bola ke berbagai lokasi baik instansi perkantoran, tempat ibadah hingga ke desa-desa. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved