Pemilu 2019

Proses Hitung Suara Berakhir, Tugas Lain Menanti KPU, Salah Satunya ini

Puncak penyelenggaraan Pemilu 2019 yaitu proses pungut hitung suara sudah berakhir di Kalimantan Selatan, Sabtu (11/5).

Proses Hitung Suara Berakhir, Tugas Lain Menanti KPU, Salah Satunya ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Minggu (19/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puncak penyelenggaraan Pemilu 2019 yaitu proses pungut hitung suara sudah berakhir di Kalimantan Selatan, Sabtu (11/5).

Walaupun demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel masih menangani sejumlah urusan.

Satu di antaranya mengenai santunan bagi penyelenggara pemilu yang meninggal dunia.

KPU Kalsel telah melaporkan kepada Sekretaris Jenderal KPU bahwa ada 21 petugas di provinsi ini yang meninggal.

Mereka merupakan penyelenggara ad hoc dengan tugas beragam baik Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun Petugas Ketertiban.

Baca: Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Kapal Laut Diprediksi Naik Drastis, Pelni Siapkan 13 Kapal

Baca: Hadiah Lebaran dari Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Syarat dari Ortu Rafathar yang Pilih 3 Netizen

Baca: Petisi Bubarkan Pesbukers ANTV Mencuat! Gara-gara Haruka Nagawa Dituduh Curi Jam Raffi Ahmad, KPI?

Baca: Bikin Polling Instagram D (mati) atau L (hidup), 69% Pilih D, Remaja 16 Tahun Benar-benar Bunuh Diri

Komisioner Koordinator Divisi Pendidikan Pemilih, Sosialiasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Kalsel Edy Ariansyah, Sabtu (18/5), mengatakan para penyelenggara tersebut tersebar di 11 kabupaten/kota (Lihat Tabel).

Mayoritas dari mereka meninggal setelah jatuh sakit.

Mereka diduga kelelahan saat menjalankan tugas.

“Sudah ada perintah dari Sekjen untuk mendata dan memverifikasi. Di Kalsel sudah dilakukan dan laporan hasil verifikasi sudah kami serahkan," kata Edy.

Walau demikian, Edy menyatakan tidak mengetahui secara pasti kapan uang duka yang dijanjikan KPU RI bisa diserahkan kepada keluarga para korban.

"Kami juga menunggu keputusan lanjutan dari KPU RI," kata Edy.

Sepengetahuannya, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani, penyelenggara ad hoc pemilu yang meninggal dunia akan mendapat santunan sebesar Rp 36 juta.

Sedangkan untuk penyelenggara ad hoc pemilu yang mengalami kecelakaan kerja mendapatkan Rp 30,8 juta untuk korban cacat permanen, Rp 16,5 juta untuk korban luka berat dan Rp 8,25 juta untuk korban luka ringan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved