Menengok Teknologi Tepat Guna di Kalsel

Alat Mitigasi Banjir Buatan Mahasiswa FMIPA ULM Ini Hanya Mampu di Level Banjarbaru 

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi yang sering dilanda hujan. Akibatnya sering terjadi kebanjiran pada beberapa kabupaten.

Alat Mitigasi Banjir Buatan Mahasiswa FMIPA ULM Ini Hanya Mampu di Level Banjarbaru 
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Muhammad Aprian Khairul Adha, bersama Jamila dan Nadia Hipina membuat pompa otomatis mitigasi banjir di Lomba Teknolog Tepat Guna BLK Banjarbaru, keluar sebagai terbaik ketiga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi yang sering dilanda hujan. Akibatnya sering terjadi kebanjiran pada beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan, contohnya adalah Banjarbaru.

Meskipun irigasi untuk pembuangan air hujan telah disediakan, tetap saja air hujan di jalan raya menggenang.

Air yg menggenang dijalan raya menyebabkan sering terjadinya kecelakaan, motor mogok dan dampak negatif lainnya.

Banjir akibat hujan deras mencapai 25 cm sampai dengan 35 cm menyebabkan jalan macet.

Aliran sungai dari arah lapangan golf berbentuk siku sebelum masuk jembatan sehingga ketika volume air sungai meningkat langsung menuju jalan raya yg terhalang median jalan aliran sungai lebih kecil sehingga masuknya air terhambat dan meluap.

Baca: Alat Penetas Telur Full Otomatis Buatan Pemuda HSS Jadi Juara Empat, Ini Keunggulannya

Baca: Pakai Mesin Iris Buatan Warga Tabalong, Satu Kilogram Tempe Hanya Perlu Waktu Dua Menit

Baca: Keren, Tiga Jam Mesin Bantu Pencetak MediaTanam Hortikultura ini Bisa Cetak 3.780 Polibag

Sedangkan di Banjarbaru masih dapat menampung air hujan tersebut dan tidak berfungsinya atau tersumbatnya gorong-gorong  parit pada kanan dan kiri jalan. (Irfani Rahman, 2018, http://banjarmasin. tribunnews.com/ini-hasil- analisa-petugas-ditlantas- polda-mengenai-banjir-di-km- 235-dan-km-27-landasan-ulin/, 7 Maret 2018).

Oleh karena itu, perlu cara lain agar dapat mengatasi hal tersebut secara cepat dan efisien, maka diajukanlah suatu inovasi alat rancang bangun pompa otomatis.

Salah satu terobosan pompa otomatis ini ditawarkan oleh Mahasiswa Mipa dari ULM Bnajarbaru, jurusan fisika instrumentasi FMIPA ULM

Tim yang digawangi oleh Muhammad Aprian Khairul Adha dan kawan kawan ini, menjelaskan cara kerja alat ini dapat menyalakan mesin pompa otomatis dengan menggunakan mikrokontroller yang dihubungkan dengan sensor ultrasonic.

"Gelombang ultrasonik merupakan gelombang akustik yang memiliki frekuensi mulai 20 kHz hingga sekitar 20 MHz (Arief, 2011). Sensor ultrasonik biasanya digunakan untuk mengukur jarak suatu benda yang berada di hadapan sensor tersebut, adapun beberapa aplikasi dari sensor tersebut adalah sebagai pengukur level ketinggian dan volume air (Arief, 2011; Saleh, dkk. 2013), detektor jarak (Prawiroredjo & Asteria, 2008), " urainya.

Baca: WC Gentong Yang Santun, Juara II di Lomba TeknologI Tepat Guna, Tingkatkan Sanitasi di Daerah Rawa

Baca: Pejaga Sekolah Batola Ini Ciptakan Mesin Tanam Padi Murah dan Efisien, 1 Hektare Cuma 10 Jam

Muhammad Aprian Khairul Adha, bersama Jamila dan Nadia Hipina pun sudah mempresentasikan mesin otomatis penyedot air di Jalan agar mengurangi luapan air ini di hadapan juri lomba teknologi tepat guna di Banjarbaru minggu lalu.

Hasilnya Muhammad Aprian Khairul Adha dan tim menjadi terbaik ketiga se Banjarbaru.

"Ya lumayan lah, kami terbaik ketiga. Kami tadinya niatnya hanya ingin membantu pemerintah melakukan penelitian ini untuk mengurangi efek luapan banjir di Jalan. Dengan alat dan sensorik yang kami rangka bisa menjadi solusi untuk menguranginya," tandasnya. (banjarmasinpost.co.id /lis). 

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved