Bisnis Techno

Apa Itu 5G? Lalu Kenapa Pemerintah Amerika Serikat Memasukkan Huawei ke Daftar Hitam?

Seperti yang telah dilaporkan oleh Kompas.com, pemerintah Amerika Serikat telah memasukkan Huawei dan 70 afiliasinya ke dalam daftar hitam

Apa Itu 5G? Lalu Kenapa Pemerintah Amerika Serikat Memasukkan Huawei ke Daftar Hitam?
KOMPAS.com/Gito Yudha Pratomo
Booth Huawei di MWC 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seperti yang telah dilaporkan oleh Kompas.com, pemerintah Amerika Serikat telah memasukkan Huawei dan 70 afiliasinya ke dalam daftar hitam bernama "entity list" yang terlarang untuk diajak berdagang. Akibatnya, Huawei terancam kehilangan lisensi untuk menggunakan layanan Google.

Usut punya usut, pokok permasalahan AS dengan Huawei ada pada jaringan 5G dan siapa yang memilikinya.

Dilansir dari MIT Technology Review; sebagai penyedia peralatan jaringan terbesar di dunia dan produsen smartphone terbesar kedua di dunia, Huawei digadang-gadang akan menjadi penguasa 5G yang dalam 5 tahun ke depan diperkirakan bisa mencapai nilai 123 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.800 triliun.

Dengan adanya larangan dagang dengan Huawei, kompetitor perusahaan itu akan bisa mengejar ketertinggalannya dan 5G tidak akan didominasi oleh satu perusahaan saja.

Baca: Pengakuan Tak Terduga Ariel NOAH Saat Duet dengan Laissti Nyanyikan Moshimo Mata Itsuka

Baca: Amarah Ibunda Nagita Slavina Hingga Tega Usir Raffi Ahmad Saat Buka Puasa, Rafathar Jadi Rebutan

Baca: Amarah Ibunda Nagita Slavina Hingga Tega Usir Raffi Ahmad Saat Buka Puasa, Rafathar Jadi Rebutan

Dalam pemikiran pemerintah AS, terlalu berbahaya jika jaringan 5G dengan segala kompleksitas dan risiko keamanannya jatuh ke tangan perusahaan China yang harus bisa mempertanggungjawabkan segala keputusannya kepada pemerintah China.

Apa itu 5G?

Untuk memahami konflik AS dengan Huawei mengenai 5G, Anda harus mengerti terlebih dahulu apa itu 5G.

5G bukanlah protokol atau alat, melainkan sekelompok teknologi jaringan yang akan menghubungkan segalanya. Kekuatan teknologi ada pada kecepatanyan yang bisa mencapai 20 gigabit per detik. Dengan kecepatan itu, 5G akan bisa menghubungkan segalanya, mulai dari mobil otonom, robot-robot industri, peralatan rumah sakit, sampai elektronik rumah tangga.

Nah, untuk mencapai kecepatan yang luar biasa tersebut, 5G punya dua cara:

Pertama, ia bisa menggunakan frekuensi yang sama dengan 4G atau Wi-fi, tetapi dengan skema coding yang lebih efisien dan saluran yang lebih besar sehingga kecepatannya meningkat 25-50 persen.

Kedua, ia bisa menggunakan frekuensi gelombang militer yang bisa mengirimkan data pada kecepatan yang lebih tinggi. Masalahnya, cara kedua ini membutuhkan jarak yang lebih dekat sehingga transmitter yang dibutuhkannya pun menjadi jauh lebih banyak, terkadang satu sama lain cuma berjarak beberapa puluh meter.

Untuk meningkatkan bandwith dan supaya ada lebih banyak piranti yang terhubung, sel 5G juga menggunakan teknologi yang disebut multiple input, multiple output (MIMO), di mana ratusan antena bekerja secara paralel untuk meningkatkan kecepatan dan menurunkan latency (jeda waktu untuk mengirimkan paket data), dari 30 milidetik pada 4G menjadi satu milidetik saja pada 5G.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved