B Focus Urban Life

Puncak Kemarau Terjadi pada Agustus hingga Oktober, Suhu Udara Bakal Mencapai 35 Derajat Celcius

Pada rapat koordinasi kesiagaan menghadapi kemarau panjang tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa hari lalu, BMKG Kalsel menyatakan kemarau

Puncak Kemarau Terjadi pada Agustus hingga Oktober, Suhu Udara Bakal Mencapai 35 Derajat Celcius
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (20/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pada rapat koordinasi kesiagaan menghadapi kemarau panjang tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa hari lalu, BMKG Kalsel menyatakan kemarau tahun ini berpotensi berlangsung cukup panjang.

Bahkan temperatur udara bakal mencapai 35 derajat celcius.

Karena itu, semua daerah di Kalimantan Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan melakukan antisipasi dan penanggulangannya.

"Puncak kemarau tahun ini diprediksi terjadi pada Agustus hingga Oktober 2019. Itu sesuai data yang dipaparkan oleh BMKG," sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar HM Irwan Kumar, Sabtu (18/5).

Pihaknya juga telah melakukan sosalisasi di kecamatan dan desa tentang pentingnya kewaspadaan menghadapi kemarau panjang tahun ini.

Baca: Restorasi Gambut Kalsel 2019 Seluas 3.948 hektare, Target Pembangunan Sumur Bor Sebanyak ini

Baca: Ibu Kota RI Dipindah ke Palangkaraya, Enam Juta Warga DKI Bakal Pindah ke Kalteng

Baca: Kisah di Balik Misteri di Balik Rumah Mewah di Garut yang Viral, Sosok Ini Ungkap Faktanya

Baca: Masa Kecil Istri Raffi Ahmad Saat Berpuasa Terungkap, Nagita Slavina Dapat Hadiah Uang Jika Berpuasa

Semua hal atau kebiasaan yang berpotensi memunculkan kebakaran mesti dihindari.

Kalangan petani diminta mengolah jerami menjadi barang yang lebih bermanfaat seperti kompos.

"Dalam hal ini pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banjar. Berdasar pengalaman kemarau tahun lalu, sebutnya, ada 55 desa di lima kecamatan yang rawan kebakaran. Kecamatan Cintapuri Darussalam, Simpangempat dan daerah atas lainnya. Ini rawan kebakaran semak belukar," sebut Irwan.

Sedangkan daerah bawah yang rawan, lanjutnya, yakni di wilayah Kecamatan Astambul, Martapura Barat, Gambut, Sungaitabuk.

Di wilayah ini rawan kebakaran jerami padi.

Lebih lanjut Irwan mengatakan pihaknya juga telah menyiagakan empat regu personel taruna siaga bencana.

Tiap regu terdiri atas lima orang.

Perlengkapan juga telah disiagakan pula.

Di antaranya lima unit mobil tangki dan mobil-mobil pikap yang dilengkapi tandon air volume 1.500 liter beserta mesin pompa air portable serta selang.

"Ini kami masih meminta data cuaca terkini pada BMKG untuk bahan rakor itu. Selanjutnya akan ditetapkan status kesiagaan oleh Bupati Banjar," pungkas Irwan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved