B Focus Urban Life

Restorasi Gambut Kalsel 2019 Seluas 3.948 hektare, Target Pembangunan Sumur Bor Sebanyak ini

Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan (Kalsel), telah menetapkan target restorasi Gambut Kalsel selama 2019 seluas 3.948 hektare

Restorasi Gambut Kalsel 2019 Seluas 3.948 hektare, Target Pembangunan Sumur Bor Sebanyak ini
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (20/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan (Kalsel), telah menetapkan target restorasi Gambut Kalsel selama 2019 seluas 3.948 hektare.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Ir Ikhlas mengatakan, mengingat prioritas kegiatan pada jenis dan lokasi kegiatan dengan dampak pembasahan yang lebih luas.

Infrastruktur pembasahan gambut pada tiga Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) yang akan dilakukan di 2019 yakni target pembangunan sumur bor sebanyak 150 unit, Sekat Kanal sebanyak 58 Unit dan Revitalisasi sebanyak empat Paket.

Diakuinya, hal tersebut untuk pembasahan gambut dan agar tidak mudah terbakar saat kemarau.

Pada 2018 lalu, kegiatan restorasi gambut melalui Tugas Pembantuan Restorasi Gambut Kalsel telah dilaksanakan pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut pada tiga Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG).

Baca: Ibu Kota RI Dipindah ke Palangkaraya, Enam Juta Warga DKI Bakal Pindah ke Kalteng

Baca: Nasib Pesbukers ANTV Setelah Aksi Boikot karena Prank Raffi Ahmad Cs pada Haruna Eks JKT 48

Baca: Kisah di Balik Misteri di Balik Rumah Mewah di Garut yang Viral, Sosok Ini Ungkap Faktanya

Baca: Pelaminan Luna Maya Jadi Perhatian, Sebut Suaminya di New York, Tempat Faisal Nasimuddin Berada

Baca: Masa Kecil Istri Raffi Ahmad Saat Berpuasa Terungkap, Nagita Slavina Dapat Hadiah Uang Jika Berpuasa

Pembangunan sumur bor dengan total 354 unit yang berada di KHG Sungai Utar Sungai Serapat, KHG Sungai Balangan Sungai Batang Alai, dan pembangunan sekat kanal 65 unit yang tersebar di KHG Sungai Balangan Sungai Batang Alai.

Demplot revegetasi lahan bekas terbakar seluas 42 hektare, dan revitalisasi sosial ekonomi masyarakat sebanyak 10 paket kegiatan.
Sementara itu, Sekretaris Tim Restorasi Gambut Daerah, Sayuti menutukan, mengenai daerah sekitaran Bandara Syamsuddin Noor harus diperlakukan secara khusus, karena tidak termasuk titik kawasan yang digarap.

"Mengenai hal ini kami tentunya harus berkoordinasi lebih dulu. Karena dalam pelaksanaannya diperiksa oleh Irjen dan BPK," tukasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved