Kriminalitas HSS

Warga Kayu Abang Angkinang Tertangkap Setelah Transaksi Seledryl, Polisi ini di Rumahnya

Polsek Angkinang membekuk seorang warga Desa Kayu Abang, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Satu 18 Mei 2018 lalu.

Warga Kayu Abang Angkinang Tertangkap Setelah Transaksi Seledryl, Polisi ini di Rumahnya
Polres HSS
Barang bukti yang disita dari tersangka 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Polsek Angkinang membekuk seorang warga Desa Kayu Abang, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Satu 18 Mei 2018 lalu.

S (19) ditangkap usai melakukan transaksi obat daftar G merek seledryl yang biasanya disalahgunakan untuk tujuan mabuk, di rumahnya di Desa tersebut sekitar pukul 13.30 Wita.

Dari rumah tersangka, anggota Polsek Angkinang menemukan barang bukti 260 Butir seleldryl, uang tunai Rp 474.500 serta satu telepon genggam.‎

Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya, melalui Kasubbag Humas Polres HSS Iptu Sugandhi Ranu, Senin (20/5/2019) menjelaskan, berdasarkan informasi warga, tersangka selama ini menjadi pengedar obat tersebut dengan tujuan untuk disalahgunakan dengan tujuan mabuk.

Selanjutnya, anggota Polsek mendapat informasi yang bersangkutan sedang melakukan transaksi di rumahnya.

Baca: Penyebab Ayu Ting Ting Bersedia Jadi Pengantin Ivan Gunawan dalam Video Klip Mau Kawin dari Igun

Baca: Konsumen Ojol ini Tertawa Ngakak Dapati Driver Mirip Sekali Bak Kembaran, Simak Video Lucunya

Baca: Duet dengan Ariel NOAH, Tulisan Soal Mantan di Baju VJ Laissti Disorot Setelah Aksi Suap-suapan

Baca: Tiga Minggu Merajai Box Office, Posisi Avengers:Endgame Direbut John Wick yang Meraup Rp 425 miliar

"Anggota Polsek dan anggota Satnarkoba begitu menerima informasi langsung mendatangi rumah tersangka. Saat tiba di rumahnya, ditemukan tersangka baru saja transaksi dengan pembeli. Tersangka langsung dilakukan pemeriksaan, hingga ditemukan barang bukti berupa obat yang ditaruh dalam kantong kresek hitam. Juga disita uang senilai Rp 474.500 yang diduga hasil transaksi penjualan seledryl,"ungkap Gandhi.

Tersangka, yang bekerja sebagai buruh serabutan, jelas Gandhi, hanya pasrah saat dibawa ke Mapolsek Angkinang.

"Tersangka dijerat pasal 196 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Dia diduga melakukan tindak pidana tanpa keahlian dan kewenangan mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan dan mengedarkan obat-obatan sediaan farmasi jenis seledryl.

Seledryl memiliki kandungan dextro merthophen, glyceril guaiacolate, chlorpeneramine malaet (CTM) dengan efek samping memengaruhi sistem saraf pusat sehingga memberi efek halusinasi bila digunakan berlebihan.

Pengguna bisa kesulitan dalam konsentrasi, memberi efek mengantuk dan jika digunakan dalam jangka panjang menimbulkan efek buruk sistem ekskresi tubuh, yaitu terganggunya fungsi ginjal.

Sejak obat daftar G carnophen/zenith peredarannya berkurang hingga harganya menjadi mahal, para penyalahguna obat kini beralih ke seledryl, khususnya oleh pengguna di kampung-kampung karena harga relatif lebih terjangkau.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved