Sains

Warna Pelangi Laba-laba Merak Ini Ternyata Berasal dari Pigmen Super Hitam ini, Simak Penjelasanya

Memilki warna yang menarik seperti burung merak membuat laba-laba ini kemudian disebut Laba-laba merak.

Warna Pelangi Laba-laba Merak Ini Ternyata Berasal dari Pigmen Super Hitam ini, Simak Penjelasanya
Capture Youtube
Laba-Laba Merak (Maratus speciosus) yang terlihat mempesona 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Memilki warna yang menarik seperti burung merak membuat laba-laba ini kemudian disebut Laba-laba merak.

Laba-laba yang bernama latin Maratus speciosus merupakan salah satu serangga mungil paling mempesona.

Dengan ukuran super kecil hanya sekitar lima milimeter, mereka memiliki daya tarik berupa perut berwarna pelangi, yang membuat mereka dijuluki laba-laba merak.

Keistimewaan ini hanya dimiliki laba-laba merak jantan untuk memikat lawan jenisnya di musim kawin.

Laba-laba jantan merayu betina dengan tarian indah. Mereka mengangkat kaki dan perutnya yang berwarna-warni untuk mendapat perhatian laba-laba betina.

Baca: Ayu Ting Ting Marah-marah ke Manajemen Setelah Foto Endorsenya Ketahuan Milik Orang Lain

Baca: RESMI! Komdis PSSI Sanksi PSS Sleman & Arema FC Pasca Ricuh di Liga 1 2019, Nasib Brigata Curva Sud?

Baca: Hindarkan Beristirahat di Dalam Kabin Saat Mudik, Ini Bahaya yang Mengancam

Namun uniknya, warna mencolok pada perut laba-laba merak ada karena pigmen super hitam.

Peneliti menemukan, laba-laba merak yang endemik di Australia itu memiliki pigmen super hitam bercampur dengan warna biru, emas, merah, dan lainnya.

Pigmen super hitam itu mungkin tampak seperti bercak hitam biasa. Padahal, warna super hitam pada laba-laba merak inilah yang berperan menyerap lebih banyak cahaya agar warna di sekitarnya terlihat lebih mencolok.

" Warna super hitam yang ada di permukaan berstruktur mampu menyerap cahaya sehingga bisa memantulkan (warna) mirip cermin," ujar peneliti seperti dilansir Science Alert, Sabtu (18/5/2019).

Sederhananya, warna super hitam bukan pigmen tetapi merupakan warna struktural yang menggunakan permukaan berstruktur untuk mengubah cahaya. Dalam hal ini, warna hitam pekat menyerap lebih banyak cahaya sehingga membuat warna lain "muncul" di sekitarnya.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved