B Focus Economic

Jelang Lebaran Penjual Kue Kering Bermunculan, Pemain Baru Jaring Pembeli Melalui Sistem Online

Tidak hanya penjual di kios-kios pinggir jalan atau toko ritel modern, tapi juga penjual kue kering online.

Jelang Lebaran Penjual Kue Kering Bermunculan, Pemain Baru Jaring Pembeli Melalui Sistem Online
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Selasa (21/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ramadan dan Lebaran menjadi momen panen raya bagi para pedagang kue kering.

Di masa inilah, permintaan kue kering mengalami peningkatan drastis.

Hal ini ditandai dengan kian banyaknya penjual kue kering yang bermunculan.

Tidak hanya penjual di kios-kios pinggir jalan atau toko ritel modern, tapi juga penjual kue kering online.

Khusus penjual kue kering online, ternyata tidak hanya pemain lama, tapi ada juga pemain baru yang coba-coba menawarkan dagangannya melalui platform online.

Annisa, seorang ibu rumah tangga, misalnya, memilih memanfaatkan platform marketplace OLX untuk menjual produk kue kering.

Baca: Tuding Raffi Ahmad Telantarkan Nagita Slavina dan Rafathar, Mama Rieta Berang dan Lakukan Ini

Baca: Hotman Paris Tuding Jessica Iskandar Menghinanya Gara-gara Tebak Harga Sepatu Cuma Rp 13 Juta

Baca: Pabrik Uang Ayu Ting Ting Selain Toko Kue yang Tutup, Teman Ivan Gunawan Bahkan Punya Usaha Ini

Baca: Kondisi Sebenarnya Istri SBY, Ani Yudhoyono yang Dibully Pura-pura Sakit, Aliya Rajasa Lakukan Ini

Selain itu, dia juga menawarkan melalui media sosial instagram, facebook juga di grup whatsapp miliknya.

“Sehari-hari saya jualan macam-macam. Mulai wadai, baju dan barang-barang lain yang bisa dijual. Tapi khusus Ramadan ini, saya lebih banyak jual kue kering,” ujarnya, Senin (20/5).

Annisa mengaku tidak memproduksi sendiri kue kering yang dijual, melainkan menjualkan produk tetangganya di kawasan Pekapuran, Banjarmasin.

Dengan strategi paket hemat, Annisa mengaku cukup banyak peminatnya.

Dia menjual paket hemat seharga Rp 100 ribu untuk tiga toples yang masing-masing berat 250 gram.

Strategi lainnya, dia rutin mengupload barang dagangannya melalui media sosial, sehingga tiap hari minimal ada dua orang yang membeli.

Kendati begitu diakui dia, akibat makin banyak penjual kue kering yang eksis di media sosial dan yang berjualan secara offline membuat omzetnya mengalami penurunan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved