Ramadan 2019

Kenapa Ramadan jadi Bulan yang Sangat Istimewa? Ustadz Muhammad Arsyad Menjawabnya

Beberapa hal yang perlu kita ketahui bersama, kenapa Ramadan bulan yang sangat istimewa di bandingkan bulan-bulan yang lain?

Kenapa Ramadan jadi Bulan yang Sangat Istimewa? Ustadz Muhammad Arsyad Menjawabnya
istimewa
Ustadz Muhammad Arsyad 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beberapa hal yang perlu kita ketahui bersama, kenapa Ramadan bulan yang sangat istimewa di bandingkan bulan-bulan yang lain?

Muhammad Arsyad, Ustadz di Banjarmasin, memaparkan, bulan ramadan adalah bulan Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sang pembawa kabar dan risalah Tuhan yang terakhir.

"Setiap bulan Ramadan, kaum muslim berlomba-lomba mengerjakan kebaikan, karena setiap amal soleh kita akan dilipatgandakan pahalanya," ujarnya.

Ketiga, mungkin tidak asing lagi di telinga dan benak kita, "bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan.”

Ini alasan kenapa bulan Ramadan juga disebut malam seribu bulan.

Baca: Kondisi Ustadz Arifin Ilham Kembali Kritis Dikabarkan Alvin Faiz, Sempat Tuliskan Wasiat Ini

Baca: Luna Maya Pingsan di Kamar Mandi, Raffi Ahmad Panik, Eko Patrio Singgung Soal Curhat Pilu Luna

Baca: Prabowo dan Jokowi Berbarengan Sikapi Hasil Akhir Rekapitulasi Pilpres 2019 yang Ditetapkan KPU

Baca: LINK Pengumuman Hasil UTBK SBMPTN 2019 Gelombang II, Cek Link pengumuman-utbk-2.ltmpt.ac.id

Bulan pengampun dosa-dosa dan diijabahnya doa-doa.

Allah berfirman; “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl: 78)

Berbagai kerusakan yang digambarkan oleh Alquran; “tampak berbagai kerusakan di darat dan di laut karena tangan-tangan manusia”. Tangan-tangan itu pastinya ditentukan oleh motivasi dan motivasi itu adalah di hati manusia.

Sudah seharusnya bagi setiap mukmin memperhatikan bagaimana menjadikan bulan Ramadan ini sebagai sarana memperbaiki diri dan di antara fokus perbaikan yang seharusnya menjadi target kita di bulan yang penuh berkah ini adalah perbaikan hati.

"Mengupayakan hati kita agar senantiasa tunduk dan selalu beribadah kepada-Nya dengan amal-amal hati yang dicintai dan diridhai-Nya. Seperti ikhlas, tawakal, takut dan berharap kepada Allah, khusyu’ dan tawadhu, serta ibadah-ibadah hati lainnya," beber Arsyad.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal daging, jika ia benar, maka benarlah seluruh jasad tersebut. Dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad tersebut. Ingatlah, bahwa ia adalah hati.” (HR Bukhari Muslim)

Keyakinan dan amal perbuatan seseorang sangat tergantung kepada kondisi hatinya karena hati adalah sumber keyakinan dan amal perbuatan bermuara.

Jika hati baik, maka keyakinan dan amal perbuatan akan baik pula. Namun jika buruk, maka buruk pula keyakinan dan amal perbuatannya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved