Opini Publik

Konservasi Keanekaragaman Hayati ala Milenial

Kata keanekaragaman hayati merupakan terjemahan dari biological diversity yang disingkat dan lebih dikenal dengan sebutan biodiversity.

Konservasi Keanekaragaman Hayati ala Milenial
BANJARMASINPOST.co.id/nurholis huda
Gubernur Kalsel H Sahbirin menanam pohon di taman Miniatur Tropical Rain Forest 

Oleh: DR IR MAHRUS ARYADI MSC
Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan

BANJARMASINPOST.CO.ID - HARI Keanekaragaman Hayati yang diperingati setiap tanggal 22 Mei, merupakan momentum kolektif bagi kita untuk kembali menyadari bahwa keanekaragaman hayati merupakan bagian penting dalam rantai kehidupan manusia di dunia ini.

Mengutip pernyataan dari KemenLHK, bahwa keanekaragaman hayati sebagai life support system, seperti rantai pangan, siklus hidrologi, siklus energi dan lainnya yang berfungsi untuk menjaga keberlangsungan kehidupan manusia yang harmonis dengan makhluk Tuhan lainnya.

Tema Hari Keanekaragaman Hayati tahun 2019 ini adalah Our Biodiversity, Our Food, and Our Health. Tema ini dipilih dalam kerangka: a) Menyebarluaskan pengetahuan dan kesadaran akan ketergantungan sistem pangan, nutrisi dan kesehatan terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem yang terjaga; b) Menyadari keanekaragaman hayati sebagai penyedia sistem hayati untuk keberadaan dan kesejahteraan manusia; c) Memberikan kontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) termasuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, restorasi ekosistem, air bersih dan bebas dari kelaparan.

Peran generasi milenial dalam mengkonservasi keanekaragaman hayati akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan di dunia ini.

Keanekaragaman Hayati
Kata keanekaragaman hayati merupakan terjemahan dari biological diversity yang disingkat dan lebih dikenal dengan sebutan biodiversity.

Mensitir pendapat Jatna Supriatna, keanekaragaman hayati dapat diartikan sebagai “kekayaan hidup di bumi, jutaan tumbuhan, hewan, mikroorganisme, genetika yang dikandungnya, dan ekosistem yang dibangunnya menjadi lingkungan hidup”. Keanekaragaman hayati juga bisa dipahami sebagai jumlah total dari seluruh makhluk hidup, kekayaan yang luas, dan variasi dunia kehidupan dari tingkat gen hingga bioma. Indrawan dkk menjelaskan bahwa keanekaragaman hayati sendiri dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yakni genetik, jenis dan ekosistem.

Keanekaragaman hayati telah menyediakan sumberdaya dan alternatifnya, semisal hutan hujan tropis di Kalimantan dengan banyak jenis biota yang menghasilkan sejumlah besar mikroba, tumbuhan, dan hewan yang bisa digunakan sebagai makanan, tempat bernaung, rekreasi, industri, obat-obatan dan lain-lain. Tidak dapat dipungkiri, Indonesia telah dikarunia oleh Tuhan menjadi salah satu negara dengan jumlah keanekaragaman hayati jenis urutan papan atas dunia, seperti: mamalia 515 jenis urutan kedua setelah Brazil; reptile 511 jenis urutan keempat; primata 35 jenis urutan keempat; tumbuhan 38.000 jenis lima besar; palmae 477 jenis urutan pertama; dan ikan air tawar 1.400 jenis urutan ketiga.

Meski negara Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi, namun tidak bisa lepas dari gangguan fisik dan biologis. Ganguan fisik antara lain berupa hujan deras, gempa, kebakaran dan lainnya. Gangguan biologis seperti predator, parasit dan kompetisi bisa mengubah struktur ekosistemnya. Kedua gangguan di atas bisa bersifat mengurangi bisa juga meningkatkan kekayaan jenis.

Selain gangguan, juga ada ancaman terhadap keanekaragaman hayati yang berakar dari peningkatan populasi dan tekanan konsumsi manusia. Keberadaan manusia yang “bijak” sangat berperan penting dalam mengurangi “ketidak-seimbangan” yang terjadi akibat gangguan dan ancaman tersebut. Generasi Milenial sebagai penerus kehidupan di dunia ini dimanapun berada sudah selayaknya menyadari bahwa konservasi keanekaragaman hayati akan sangat menentukan kualitas kehidupan mereka, sekaligus menentukan keberlanjutan kehidupan itu sendiri.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved