B Focus Economic

Promosi di Media Sosial, Penjual Kue Kering ini Bisa Meraup Untung hingga Rp 40 Juta Per Bulan

Penjual kue kering lainnya, Dewi Intan Lestari mengatakan lebih memilih berjualan secara online.

Promosi di Media Sosial, Penjual Kue Kering ini Bisa Meraup Untung hingga Rp 40 Juta Per Bulan
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Selasa (21/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penjual kue kering lainnya, Dewi Intan Lestari mengatakan lebih memilih berjualan secara online.

Selain menghemat biaya sewa toko, juga menjangkau pasar lebih luas.

Mantan karyawan swasta ini mengatakan memproduksi dan menjual sendiri produk kue keringnya, seperti nastar durian, kastengel, kue kering klasik dan lainnya.

Penjualan dan promosi dilakukan melalui media sosial.

Sedangkan produksi dilakukan di rumahnya, Jalan A Yani, Km 5 Pemurus Luar Banjarmasin.

“Sudah 8 tahun saya menjual kue kering dengan merek Ghina’s Cake. Kue yang saya jual ini jenis premium, dengan harga Rp 85 ribu per toples 500 gram,” ujarnya.

Baca: Dimana Ahok dan Puput Nastiti Devi Saat Ultah Ibunya? Postingan Adik Bungsu BTP Jadi Sorotan

Baca: Tuding Raffi Ahmad Telantarkan Nagita Slavina dan Rafathar, Mama Rieta Berang dan Lakukan Ini

Baca: Hotman Paris Tuding Jessica Iskandar Menghinanya Gara-gara Tebak Harga Sepatu Cuma Rp 13 Juta

Baca: Ancaman Muzdalifah pada Fadel Islami, Bakal Lakukan Ini Jika Terbukti Nikah Karena Incar Harta

Disebutkan Dewi omzet yang bisa diperoleh bisa mencapai Rp 30 juta- Rp 40 juta per bulan.

Meskipun hanya berjualan secara online, dia mengaku memiliki banyak pelanggan setia.

Hal ini tidak terlepas dari strategi yang diterapkannya, yakni menjaga rasa, menjamin kehalalan produk dan telah mengantongi izin dari Dinkes.

Produknya tidak hanya diminati koleganya di Banjarmasin, tapi dari luar daerah seperti hulu sungai, bahkan ada yang dari Riau.

Setiap bulan dia rata-rata memproduksi 200-300 toples yang sebagian besar merupakan pesanan pelanggan.

“Meski berjualan online, saya tetap mengutamakan kualitas, agar orang tidak jera,” imbuhnya.

Untuk setiap pembelian, Dewi mengaku harus pesan terlebih dulu minimal 10 hari sebelumnya, dan membayar via transfer.

Pengiriman akan dilakukan setelah order diterima dan dibayar.

Perkembangan platform digital memang memudahkan para pedagang menawarkan produknya.

Tidak harus memproduksi sendiri, tapi menjadi reseller atau menjualkan produk bikinan dari orang lain bisa saja dilakukan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved