Menengok Kehidupan di Matasirih

Pulau Matasirih Jadi Wilayah Rawan Longsor, BPBD Temukan 13 Titik Rawan Longsor di Dua Desa

Baru-baru ini, Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru Kalsel telah dilanda musibah tanah longsor.

Pulau Matasirih Jadi Wilayah Rawan Longsor, BPBD Temukan 13 Titik Rawan Longsor di Dua Desa
HO/BPBD Kotabaru
Pulau Matasirih yang termasuk kawasan rawan bencana oleh BPBD Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Baru-baru ini, Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru Kalsel telah dilanda musibah tanah longsor.

Bahkan dalam musibah tanah longsor tersebut, ibu dan bayinya ikuy menjadi korban. Sebab saat tanah longsor, ikut menyeret dan menimbun dua korban tersebut sehingga harus dilakukan pencarian selama beberapa hari hingga akhirnya bisa ditemukan.

Kepala BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadijaya pun sudah mewanti-wanti bagi masyarakat terkait keadaan di Pulau tersebut. Sebab, daerahnya begitu rawan karena kontur tanahnya yang banyak bebatuan.

"Dalam peristiwa longsor kemarin, ada 13 titik yang ditemukan dari dua desa yaitu Teluk Sungai dan Labuan Barat," katanya.

Baca: Dua Desa di Pulau Matasirih Kotabaru Blank Sport, Warga Berlindung ke Teluk Saat Musim Barat

Baca: Berjarak 17 Jam dari Ibu Kota Kabupaten, Ada Warga Pulau Matasirih Tak Pernah ke Kotabaru

Sebab itu, jajaran BPBD Kotabaru sudah mengategorikan sebagai wilayah yang sangat rawan bencana. Sebab, longsor tidak hanya tetjadi sekali bahkan kabarnya sudah betkali-kali meski tidak separah yang baru-baru ini.

"Wilayahnya sangat rawan, makanya perlu ada pemindahan tempat bila warga mau, " katanya.

Blank Sport

Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan daerah yang jauh dari jangkauan listrik.

Belum ada jaringan listrik diwilayah tersebut. Sehingga warga masih manual dan bagi yang mampu bisa memiliki genset untuk menerangi rumahnya.

Permukiman di Pulau Matasirih, Kecamatan Pulau Sembilan,  rawan terjadi longsor.
Permukiman di Pulau Matasirih, Kecamatan Pulau Sembilan, rawan terjadi longsor. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Di Pulau Matasirih ini sebenatnya ada dua Desa yakni Desa Teluk Sungai dan Labuam Barat. Kedua desa ini juga bersampingan, namun kdang-kadang mereka harus mencari tempat perlindungan saat musim barat telah tiba ke teluk sungai yang ada.

Baca: Matahari Baru Terlihat Sekitar 10.00 Wita, Proses Belajar di Pulau Matasirih Tetap Seperti Biasa

Baca: Permukiman Terlindung Gunung, Warga Pulau Matasirih Tak Pernah Saksikan Matahari Terbit

Kedua desa ini bahkan bisa dikatakan satu Pulau ini adalah area blank spot. Sehingga bila memiliki telepon atau smartphone tidak akan bisa digunakan di Pulau tersebut.

"Jadi pulau kami ini, memang tidak ada sinyal sama sekali. Warga banyak memiliki HP canggih atau android tapi tak bisa digunakan untuk intetnet atau telponan. Kami hanya bisa memakainya untuk mendengarkan musik atau foto-foto, " kata Abdul Latif.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved