Menengok Kehidupan di Pulau Matasirih

Dua Desa di Pulau Matasirih Kotabaru Blank Sport, Warga Berlindung ke Teluk Saat Musim Barat

ulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan daerah yang jauh dari jangkauan listrik.

Dua Desa di Pulau Matasirih Kotabaru Blank Sport, Warga Berlindung ke Teluk Saat Musim Barat
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Perkampungan warga di Pulau Matasirih, Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan daerah yang jauh dari jangkauan listrik.

Belum ada jaringan listrik diwilayah tersebut. Sehingga warga masih manual dan bagi yang mampu bisa memiliki genset untuk menerangi rumahnya.

Di Pulau Matasirih ini sebenatnya ada dua Desa yakni Desa Teluk Sungai dan Labuam Barat. Kedua desa ini juga bersampingan, namun kadang-kadang mereka harus mencari tempat perlindungan saat musim barat telah tiba ke teluk sungai yang ada.

Kedua desa ini bahkan bisa dikatakan satu Pulau ini adalah area blank spot. Sehingga bila memiliki telepon atau smartphone tidak akan bisa digunakan di Pulau tersebut.

"Jadi pulau kami ini, memang tidak ada sinyal sama sekali. Warga banyak memiliki HP canggih atau android tapi tak bisa digunakan untuk intetnet atau teleponan. Kami hanya bisa memakainya untuk mendengarkan musik atau foto-foto, " kata Abdul Latif.

Baca: Berjarak 17 Jam dari Ibu Kota Kabupaten, Ada Warga Pulau Matasirih Tak Pernah ke Kotabaru

Baca: Matahari Bar Terlihat Sekitar 10.00 Wita, Proses Belajar di Pulau Matasirih Tetap Seperti Biasa

Baca: Permukiman Terlindung Gunung, Warga Pulau Matasirih Tak Pernah Saksikan Matahari Terbit

Pulau Matasirih merupakan pulau terluar di Kotabaru atau Kalsel. Dimana jaraknya cukup jauh dari pusat kota di Kotabaru.

Perjalan pun hanya bisa ditempuh dengan jalur laut dan tak ada cara lain untuk menuju dan ke Pulau tersebut. Mereka hanya mengandalkan kapal nelayan atau kapal perintis.

Permukiman warga Pulau Matasirih, Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru
Permukiman warga Pulau Matasirih, Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Dari pusat Kotabaru menuju Pulau Matasirih Kotabaru bila menggunakan kapal nelayan, jaraknya bisa mencapai 17 jam perjalanan. Sementara bila menggunakan kapal perintis bisa sampai 12 jam dan Kapal Cepat bisa menempuh 8 hingga 9 jam.

"Kalau kami menggunakan kapal nelayan yang harus sabar di dalam kapal. Beum lagi kalau ombaknya besar, nyawa jadi taruhannya, " kata warga Pulau Matasirih yakni Abdul Latif.

Masyarakat di tempat tersebut kesulitan keluar dari Pulau. Tak heran bila masih ada warga yang tak pernah ke Kotabaru karena jaraknya yang sangat jauh.

"Akses kami sulit d isana jadi semuanya serba terbatas, " katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved