Berita HST

Warga HST Siapkan Meriam Karbit untuk Perang, Riansyah Cari Hanau ke Kabupaten Tetangga

Persiapan perayaan meriam karbit mulai dilakukan sejak sepekan lalu. Kali ini, lokasi perang di Desa Buluan Kecamatan Pandawan.

Warga HST Siapkan Meriam Karbit untuk Perang, Riansyah Cari Hanau ke Kabupaten Tetangga
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Warga di Desa Buluan Kampung Hadikat Kecamatan Pandawan sudah mulai memahat dan mengikat meriam yang terbuat dari batang hanau yang sudah tua. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - “Duaarr... Duaaarrrr...!!!” Seperti itulah suara yang kerap terdengar dalam festival meriam karbit di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menjelang Lebaran. Festival itu memang sudah menjadi tradisi di daerah ini. Perang meriam biasanya berlangsung pada hari raya kedua.

Tak tanggung-tanggung meriam hanau karbit yang siapkan mencapai 100 unit. Biasa disebut Perang Laduman karena meriam disusun berhadap-hadapan layaknya perang.

Persiapan perayaan meriam karbit mulai dilakukan sejak sepekan lalu. Kali ini, lokasi perang di Desa Buluan Kecamatan Pandawan.

Warga Buluan mulai memahat dan mengikat meriam yang terbuat dari batang hanau yang sudah tua. Hanau adalah pohon aren. Untuk membuat meriam, bukan sembarang batang hanau yang bisa digunakan. Batang yang diperlukan harus sudah berusia puluhan tahun atau minimal berdiameter 30 sentimeter dengan panjang minimal 11 hingga 12 meter.

Baca: Prabowo Gagal Bertemu Eggy Sudjana dan Lieus, Tak Diizinkan Polisi Jenguk karena Alasan Ini

Membuat meriam, susah-susah gampang. Sebab, membuatnya harus bergotong-royong. Mulai dari menebang hingga membuatnya.
Selain itu, hanau yang sudah ditebang harus dipahat untuk mengeluarkan isinya. Kemudian hanau dibentuk kembali seperti pipa. Namun, bagian satu sisinya dibiarkan tertutup.

Setelah membentuk pipa, untuk mengurangi udara di dalam, batang hanau kembali direkatkan dengan seng dan paku. Bahkan, satu batang hanau diperlukan satu kilogram paku.

Setelah itu, batang diikat kembali dengan tali bambu. Satu meriam dari batang hanau ini memerlukan hingga 25 batang bambu.

Warga di Desa Buluan Kampung Hadikat Kecamatan Pandawan HST, sudah mulai memahat dan mengikat meriam yang terbuat dari batang hanau.
Warga di Desa Buluan Kampung Hadikat Kecamatan Pandawan HST, sudah mulai memahat dan mengikat meriam yang terbuat dari batang hanau. (tribunkalteng.com/eka pertiwi)

Sayangnya, saat ini untuk mendapatkan batang hanau yang besar cukup sulit. Pasalnya, banyak batang hanau di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang masih muda.

Untuk mendapatkan batang hanau, warga Buluan Kampung Hadikat, Riansyah, bahkan sampai mencari ke kabupaten tetangga seperti Hulu Sungai Selatan hingga perbatasan Balangan.

Baca: BPN dan 4 Partai Pendukung Prabowo-Sandi Tolak Tanda Tangan Hasil Rekapitulasi KPU, Ini Alasannya

Dibeberkannya, batang hanau juga tak didapat dengan cuma-cuma. Untuk membuat meriam karbit, pihaknya membeli batang hanau dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved