Pemilu 2019

Awalnya Tak Percaya MK, BPN Prabowo-Sandi Akhirnya Memutuskan ini Setelah Mendapat Banyak Masukan

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan mengapa pihaknya memutuskan

Awalnya Tak Percaya MK, BPN Prabowo-Sandi Akhirnya Memutuskan ini Setelah Mendapat Banyak Masukan
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (22/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan mengapa pihaknya memutuskan untuk membawa sengketa Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Awalnya mereka memang tidak percaya pada MK.

Namun setelah mendapatkan masukan banyak pihak, Prabowo-Sandi memutuskan membawanya ke MK.

"Juga ada masukan dari Jateng, Jatim, Bali, Papua, NTT, kemudian Sumut. Daerah-daerah itu sudah menyiapkan banyak bukti pelanggaran dan kecurangan yang memang TSMB, terstruktur, sistematik, masif dan brutal," katanya.

Baca: Penyebab Instagram, Facebook dan WhatsApp Down dan Sulit Diakses Ternyata Karena Ulah Kominfo

MK pun menyatakan akan memprioritaskan penyelesaian sengketa pemilihan presiden dibandingkan pemilihan legislatif.

“Untuk Pilpres diprioritaskan karena undang-undang menyatakan harus selesai 14 hari. Baru Pileg,” kata Juru Bicara MK, Fajar Laksono.

Mengacu pada aturan, pengajuan gugatan sengketa Pilpres dibatasi hingga Jumat (24/).

Demikian pula Pileg.

Baca: Syarat Prabowo-Sandi Bisa Menang Atas Jokowi-Maruf di Pilpres 2019 Melalui MK Diungkap Pengamat Ini

Baca: Di Depan Kediaman, Capres Prabowo Menyatakan Menolak Rekapitulasi Suara Pilpres

Baca: Percobaan Bunuh Diri Kriss Hatta Diungkap Hilda Vitria, Eks Billy Syahputra Klarifikasi Sudah Nikah

 

Baca: LINK Live Streaming Aksi 22 Mei di TVOne, RCTI dan Kompas TV, Pantauan Termasuk Bawaslu dan KPU

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved