Berita Banjarmasin

Bawaslu Mintai Klarifikasi Habib Banua Via Telekonferensi

Tak dapat langsung berhadir penuhi Panggilan Bawaslu Provinsi Kalsel, Habib Abdurrahman Bahasyim lakukan klarifikasi melalui sambungan telekonferensi,

Bawaslu Mintai Klarifikasi Habib Banua Via Telekonferensi
banjarmasinpost.co.id/acm
Komisioner Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalsel, Azhar Ridhanie 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak dapat langsung berhadir penuhi Panggilan Bawaslu Provinsi Kalsel, Habib Abdurrahman Bahasyim lakukan klarifikasi melalui sambungan telekonferensi, Rabu (22/5/2019).

Telekonferensi dilakukan mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WITA di Kantor Bawaslu Provinsi Kalsel dipimpin oleh Komisioner Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalsel, Azhar Ridhanie.

Setelah tiga jam dilakukan, Azhar menjelaskan, pihaknya lancarkan sebanyak tiga puluh lima pertanyaan untuk klarifikasi keterlibatan Habib Abdurrahman atau yang akrab disapa Habib Banua atas dugaan pelanggaran Pemilu yang disampaikan terlapor.

Walau tak melalui metode seperti biasanya, namun Azhar nyatakan proses klarifikasi terhadap Habib Banua berjalan baik dan lancar.

"Semua pertanyaan di jawab oleh Habib via telekonferensi karena yang bersangkutan sedang berada di luar negeri," kata Azhar.

Selain pertanyaan oleh Komisioner Bawaslu, pada telekonferensi tersebut Habib juga dicecar pertanyaan oleh Kepolisian dan Kejaksaan.

Baca: Jelang Ulang Tahun Ayahnya Ahmad Dhani, Dul Jaelani Bakal Lakukan Aksi Ini di Rutan Medaeng

Baca: Perubahan Sikap Ria Ricis Saat Bertemu Ibu Verrell Bramasta, Venna Melinda, Ini Pengakuannya

Baca: Pertentangan Ashanty dan Anang Hermansyah Soal Liburan Bersama Krisdayanti dan Raul Lemos

Baca: Dapat Tanda Cinta dari Chef Juna, Mama Lita Histeris Tinggalkan Panggung MasterChef Indonesia 2019

Hasil klarifikasi tersebut menurut Azhar menjadi bahan pembahasan dan pengkajian pihaknya untuk hadapi pembahasan kedua kasus tersebut yang akan digelar Kamis (22/5/2019).

"Besok itu hari terakhir batas waktu 14 hari kerja pembahasan dan pengkajian, jadi akan diputuskan apakah akan dilanjutkan kasus ini atau tidak," kata Azhar.

Pihak Bawaslu juga masih terus membuka pintu bagi pelapor dalam hal ini, Calon Anggota DPD RI, Adhariani jika masih ingin mengajukan saksi atau bukti tambahan sebagai penguat laporannya.

Habib Banua menurut Azhar dimintai klarifikasi sebagai saksi karena namanya muncul dalam proses klarifikasi saksi-saksi dan pelapor kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2019.

Sehingga menurutnya wajar Habib Banua ikut dimintai klarifikasi walaupun namanya tidak secara langsung menjadi pihak terlapor dalam laporan yang dilayangkan oleh Adhariani.

Sebelum gelar pembahasan kedua untuk putuskan status laporan tersebut, Azhar nyatakan memiliki pertimbangan untuk mengundang ahli pidana sebagai masukan bagi tim pengkaji. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved