Berita HSU

BPOM HSU Periksa Penganan di Beberapa Pasar Ramadan di Kabupaten Balangan, ini Hasilnya

Setelah pekan lalu memeriksa makanan di sejumlah Pasar Ramadan di Hulu Sungai Utara (HSU), kini giliran Pasar Ramadan di Kabupaten Balangan

BPOM HSU Periksa Penganan di Beberapa Pasar Ramadan di Kabupaten Balangan, ini Hasilnya
BPOM HSU
Kegiatan intensifikasi pengawasan pangan menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2019 di Balangan¬† 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Setelah pekan lalu memeriksa makanan di sejumlah Pasar Ramadan di Hulu Sungai Utara (HSU), kini giliran Pasar Ramadan di Kabupaten Balangan yang diperiksa BPOM HSU.

Kegiatan intensifikasi pengawasan pangan menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2019 di Balangan ini dipimpin Kepala Loka POM HSU, Bambang Hery Purwanto.

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan dan Disperindag Kabupaten Balangan, kegiatan telah dilakukan, Selasa (21/5/2019).

Petugas BPOM HSU, Winda Intan Novalia, menyampaikan kegiatan pemeriksaan yang dilakukan kemarin berlangsung dari pukul14.00 wita sampai dengan pukul 17.00 wita.

Ada beberapa pasar Ramadan di Kabupaten Balangan yang menjadi sasaran kegiatan intensifikasi pangan menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2019.

Baca: Mulan Jameela Tersisih, Sosok Ibu Kedua Setelah Maia Estianty Bagi Putra Ahmad Dhani, Dul Jaelani

Baca: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Diperiksa KPK, Terkait Kasus Dugaan Suap Jabatan

Baca: Bukan Vicky Nitinegoro, Nikita Mirzani Pingsan Setelah Dilamar Pria Ini, Ada Kaitan Dipo Latief?

Baca: Jadwal Pertemuan Syahrini dan Luna Maya di Shopee Ramadan TV Show Live SCTV dan ANTV

Di antaranya dilakukan di lokasi pasar ramadan Halong, pasar ramadan Batu Mandi dan juga di pasar ramadan Paringin.

Dari semua pasar ramadan yang didatangi, imbuhnya, tim mendapatkan sebanyak 82 sampling dari penganan yang ada di pasar ramadan.

"Yang diambil sampelnya antara lain bingka barandam, mutiara, dawet, jeli, sirup, saos, es buah, gorengan dan sebagainya," kata Winda.

Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan kandungan terhadap 82 sampel, ternyata ditemukan satu jenis yang tidak memenuhi syarat (TMS).

Sampel tersebut adalah penganan dawet pelangi yang di dalamnya ditemukan kandungan bahan berbahaya pangan berupa Rhodamin B.

Rhodamin B merupakan perwarna untuk tesktil yang memperlihatkan warna merah pada jenis makanan yang menggunakannya.

"Kalau dimakan, maka lama kelamaan akan terakumulasi dalam tubuh dan menyebabkan kanker hati," jelasnya.

Terhadap temuan ini pihaknya langsung memberikan surat peringatan kepada si penjual agar tidak lagi menggunakan bahan berbahaya dalam makanan atau minuman yang dijual.

(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved