Lebaran 2019

BPTD Wilayah Kalsel Langsung Tindak Angkutan Lebaran 2019 yang Dianggap Tak Laik Jalan

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Provinsi Kalsel memberikan stiker laik jalan pada sejumlah AKAP di Terminal KM 6 Banjarmasin

BPTD Wilayah Kalsel Langsung Tindak Angkutan Lebaran 2019 yang Dianggap Tak Laik Jalan
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Provinsi Kalsel memberikan stiker laik jalan pada sejumlah AKAP di Terminal KM 6 Banjarmasin, Rabu (22/5/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Provinsi Kalsel memberikan stiker laik jalan pada sejumlah AKAP di Terminal KM 6 Banjarmasin, Rabu (22/5/2019).

Stiker tersebut rupanya dipasang pada AKAP yang telah diperiksa dan dipastikan laik jalan. Dalam artian, baik mengenai fisik angkutan dan dokumen lainnya tidak bermasalah.

Dari belasan AKAP yang diperiksa, beberapa di antaranya lulus dari pemeriksaan fisik tersebut. Namun tidak sedikit yang dikenakan sanksi tidak bisa beroperational karena tidak bisa memperlihatkan dokumen angkutan, baik STNK atau SIM serta buku KIR yang masih berlaku.

Kepala BPTD Wilayah XV Kalimantan Selatan, Ardono menegaskan, bagi sopir atau pengusaha angkutan yang dianggap melanggar atau tidak lolos uji fisik maka tidak bisa beroperational sementara belum dilengkapi. Namun sebutnya, untuk hari ini masih ada toleransi. Karena beberapa angkutan harus mengantarkan penumpang.

Baca: Dapat Tanda Cinta dari Chef Juna, Mama Lita Histeris Tinggalkan Panggung MasterChef Indonesia 2019

Baca: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Diperiksa KPK, Terkait Kasus Dugaan Suap Jabatan

Baca: Penjualan Busana Muslimah Naik 20 Persen, Toko & Butik di Banjarmasin Gunakan Promo Sale

“Bagi yang melanggar, kami berikan beberapa tindakan. Bisa ditilang, dilarang beroperasi dan pergantian spare part pada saat itu juga,” ucap Ardono menegaskan.

Pemeriksaan fisik angkutan atau ram cek dilakukan selama enam hari. Sejak 22 Mei hingga 27 Mei 2019 mendatang.

Ardono mengatakan ada sekitar 76 AKAP yang diperiksa dan 11 bus pariwisata. Sementara jumlah keseluruhan AKAP di Kalsel mencapai 162 unit. Sedangkan yang aktif ujarnya hanya sekitar 70,an. Adapun target jumlah pada pemeriksaan tersebut yakni sebanyak 90 unit.

Tentunya, dengan adanya pemeriksaan fiisk angkutan tersebut ia harapkan bisa menyediakan jasa transportasi umum yang aman dan memperhatiakn ekselamatan bagi masyarakat.

Selain itu jelasnya, AKAP yang dinyatakan laik jalan juga sudah dibedakan melalui stiker laik jalan yang terpasang di bagian AKAP tersebut. Sehingga penumpang pun bisa melihat penialain laik jalan dari angkutan yang akan ditumpangi.

Tak habis disitu, Ardono juga meminta agar para sopir untuk segera melaporkan angkutan mereka kepada para pemilik agar bisa dirawat. Khususnya untuk uji KIR sebut Ardono untuk kondisi ban, rem dan segala peralatan standart yang ada di angkutan memang harus sesuai.

Sehingga apabila terjadi kerusakan jelasnya, sopir atau pengguna angkutan itu langsung menginformasikan agar bisa dilakukan perbaikan.

“Jadi pemilik atau organisasi itu merupakan pihak yang memutuskan kapan spare part dan dokumen angkutan diganti. Kemudian pengemudi sebagai pengendali harus mengetahui bahwa kendaraanya bemasalah,” jelas Ardono.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved