Berita Banjarbaru

Empat PSK Diamankan di Eks Pembatuan dan Batu Besi, Pelaku Juga Layani Prostitusi Online

Empat orang yang diduga pekerja seks komersial (PSK) kembali diamanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru, Rabu, (22/5/2019)

Empat PSK Diamankan di Eks Pembatuan dan Batu Besi, Pelaku Juga Layani Prostitusi Online
HO/Satpol PP Banjarbaru
Petugas Satpol PP mengamankan PSK di eks lokalisasi Pembantuan dan Batu Besi, Banjarbaru. 

BANJARMASIN POST.CO ID, BANJARBARU - Empat orang yang diduga pekerja seks komersial (PSK) kembali diamanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru, Rabu, (22/5/2019).

Para PSK ini diamankan saat giat patroli rutin warung sekadup yang dilakukan oleh Satpol PP Banjarbaru. Mereka hanya pasrah saat diamankan dan di bawa ke markas Satpol PP untuk dimintai keterangan.

Bahkan, satu di antara mereka sempat melarikan diri ke semak-semak di belakang permukiman warga. Namun akhirnya menyerah setelah tidak bisa lari lagi.

Empat PSK yang diamankan, dua PSK dari Batu Besi diketahui berinisial SW (37) Warga Guntung Harapan, Kelurahan Guntung Manggis dan BYS (46) Warga jalan Akasia Kelurahan Lansan Ulin Tengah, RT 06 RW 02, Kecamatan Liang Anggang.

Baca: Pementasan Mamanda Jelang Sahur Saat Gelar Sahur Bersama Paman Birin di Pulau Sugara Alalak

Dua PSK lainnya diamankan di Eks Lokalisasi Pembatuan berinisial ER (35) warga jalan Kenanga Kelurahan Landasan Ulin Timur, kecamatan Landasan Ulin dan SM (40) Warga Jalan Soeratno Kelurahan Guntung Payung Kecamatan Landasan Ulin.

Kasatpol PP Banjarbaru Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal Yanto Hidayat mengatakan empat terduga PSK tersebut diamankan di dua lokasi berbeda.

"Dua orang kita amankan di Batu besi Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin dan setengah jam kemudian kita amankan dua lagi di Eks Lokalisasi Pembatuan," katanya.

Disebutkannya bahwa pihaknya mengamankan empat orang itu saat giat rutin patroli selama bulan ramadan. Selanjutnya menemukan para PSK itu dan dibawa ke kantor Satpol PP Banjarbaru.

Dari hasil interogasi pihak Satpol PP Banjarbaru, kedua wanita tersebut mengakui bekerja sebagai PSK. Bahkan dari hasil penyelidikan, rupanya tersangka SW pernah ditangkap petugas pada akhir tahun 2018 lalu. Sedangkan tersangka BYS bekerja sebagai PSK, sambil berjualan di warung.

Untuk tarif SW, sekali kencan dikenakan tarif Rp 70 ribu. Saat dirinya akan diamankan, SW berusaha melarikan diri ke hutan belakang rumahnya dan bersembunyi di semak-semak.

Untuk tersangka BYS mematok tarif Rp 50 ribu sekali kencan sambil berjualan warung makan dan minum.

"Sudah berada di eks Lokalisasi Pembatuan selama satu bulan terakhir dan telah melayani lima pria hidung belang dengan tarif Rp 200 ribu," kata ER kepada petugas satpol PP Banjarbaru.

Baca: Irwan Jaya Pertanyakan Pelantikan Muriani Sebagai Kadisperkim Banjarbaru oleh Waki Kota

Sedangkan tersangka SM sudah menetap di eks lokalisasi pembatuan selama lima bulan dan satu minggu dapat melayani sekitar tiga tamu laki laki dengan tarif Rp 300 ribu.

Selain melayani para pria hidung belang di Eks Lokalisai pembatuan, rupanya tersangka ER juga terlibat dalam praktek prostitusi online.

"Tersangka ER juga melaksanakan praktek prostitusi atau Booking Order (BO) lewat aplikasi online di hotel dengan tarif Rp 500 ribu," tambah PPNS Seksi Opsdal Yanto Hidayat. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved