Selebrita

Jelang Aksi 22 Mei, Mabes Polri Batasi Massa Unjuk Rasa Sampai Tarawih Selesai

Jelang Aksi 22 Mei, Mabes Polri memberikan batas toleransi kepada massa yang akan berunjuk rasa, hanya sampai salat tarawih selesai.

Jelang Aksi 22 Mei, Mabes Polri Batasi Massa Unjuk Rasa Sampai Tarawih Selesai
banjarmasinpost.co.id/acm
20190406DHODY-Gerak Jalan Relawan Pendukung Prabowo-Sandi di Kota Banjarmasin, Sabtu (6_4_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jelang Aksi 22 Mei, Mabes Polri memberikan batas toleransi kepada massa yang akan berunjuk rasa, hanya sampai salat tarawih selesai.

Lewat dari waktu itu, aksi 22 Mei  akammaka Polri akan membubarkan paksa massa.

Hal itu dikatakan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

"Batasan akhir toleransi yang bisa diberikan pada masa aksi besok, sampai usai salat tarawih. Jika tidak diindahkan sesuai UU maka aparat Polri dapat membubarkan, kerumunan masyarakat," kata Dedi.

Ia menjelaskan berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, maka batas waktu demonstrasi di tempat terbuka hanya sampai pukul 18.00.

Baca: Prabowo dan Jokowi Berbarengan Sikapi Hasil Akhir Rekapitulasi Pilpres 2019 yang Ditetapkan KPU

Baca: Polisi Cabut SPDP Prabowo Sebagai Terlapor Kasus Makar, Begini Alasannya

"Namun untuk Aksi 22 Mei besok, aparat memberi kelonggaran untuk massa menyampaikan aspirasi. Batasan akhir toleransi yang bisa diberikan ya sampai salat tarawih selesai," kata Dedi.

Dedi berharap massa aksi 22 Mei tidak mengganggu hak dan kebebasan masyarakat lainnya.

"Serta tidak mengganggu keamanan masyarakat. Massa juga kami minta mentaati peraturan dan perundang-undangan, norma dan nilai moral yang berlaku dan menjaga persatuan," katanya.

Jika semuanya itu dan batasan toleransi yang diberikan tidak diindahkan, maka sesuai dengan Undang-undang 9 Tahun 1998 Pasal 15, kata Dedi, Polri dapat membubarkan, kerumunan masyarakat tersebut, secara paksa.

Dedi juga menegaskan larangan menginap di lokasi berlangsungnya aksi. "Saya tegaskan, ya tidak boleh menginap," katanya.

Halaman
1234
Editor: Restudia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved