Ramadhan 1440 H

Mutiara Ramadan Pesan Nuzulul Quran

SETIAP Ramadan di berbagai masjid selalu diadakan peringatan Nuzulul Quran, peristiwa turunnya Alquran.

Mutiara Ramadan Pesan Nuzulul Quran
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Tapin menggelar berbagai lomba islami dalam rangka nuzulul quran, Rabu (22/6/2016) di Masjid Raya Nurul Falah Rantau. 

OLEH: Prof Dr Komaruddin Hidayat, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah

BANJARMASINPOST.CO.ID - SETIAP Ramadan di berbagai masjid selalu diadakan peringatan Nuzulul Quran, peristiwa turunnya Alquran. Tentu Alquran turun ke bumi tidak seperti turunnya hujan dari langit karena langit itu sendiri pengertiannya banyak, mengingat bumi itu bulat dan hanya sebagian kecil dari miliaran planet mengapung di alam semesta.

Jadi, kalau dikatakan Alquran turun dari langit, langit manakah yang dimaksud, sulit dijawab secara ringkas.

Alquran turun pun tidak dalam bentuk lembaran kertas penuh tulisan yang jatuh berhamburan di muka bumi, lalu dipungut oleh Rasulullah. Tidak juga malaikat Jibril menyerahkan bundelan kitab yang dapat diraba dan dipegang.

Tetapi Alquran turun pada bumi manusia, dengan lokus ataupun perantara Muhammad seorang diri. Ini merupakan peristiwa rohani yang Muhammad sendiri sulit menjelaskan, bahkan pada awal mulanya ketakutan ketika makhluk spiritual bernama Jibril menemuinya di Gua Hira.

Bahwa setiap Ramadan diadakan peringatan awal turunnya Alquran, itu sangat bagus agar umat Islam semakin akrab dan semakin mencintai Alquran. Namun yang paling mendasar dari peringatan itu adalah apakah pesan dan semangat Alquran nuzul pada hati dan pikiran kita ataukah tidak?

Alquran menamakan dirinya dengan beragam nama dan fungsi, namun yang terkenal sebagai hudan atau petunjuk jalan kebenaran dan kebaikan. Dalam tradisi hermeneutika, sebuah petunjuk akan berfungsi dengan mengandaikan beberapa syarat.


Tiga Syarat
Pertama, seseorang mesti paham apa yang dikandung oleh petunjuk itu. Misalnya saja, ketika ke Jepang, saya tiba-tiba menjadi buta huruf lantaran dihadapkan beberapa keterangan dan petunjuk jalan dalam huruf kanji dan bahasa Jepang.
Demikian pula apa yang dikandung Alquran. Ketika seseorang tidak mampu membaca dan menangkap pesannya, petunjuk itu tidak berfungsi.

Kedua, ibarat petunjuk jalan, kalau seseorang paham tetapi tidak mau menaati atau dihadapkan pada situasi yang menghalangi, lagi-lagi petunjuk itu tidak mengantarkan seseorang pada sasaran. Ketiga, ibarat resep dokter, kalau seseorang tidak berdisiplin mengikuti petunjuknya agar memakan obat serta menjaga gaya hidup sehat, sulit baginya untuk hidup sehat.

Bahwa peringatan Nuzulul Quran itu bagus, itu sudah pasti sebagai tanda cinta umat Islam pada kitab sucinya.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved