Berita Kabupaten Banjar

Pembacaan Tuntutan Terdakwa Pemenggal Kepala di Lok Baintan Diagendakan Besok, Kamis (23/5/2019)

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu semula dijadwalka pada 13 Mei 2019, namun ditunda menjadi Kamis (23/5/2019).

Pembacaan Tuntutan Terdakwa Pemenggal Kepala di Lok Baintan Diagendakan Besok, Kamis (23/5/2019)
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaily
Sidang perdana kasus pembunuhan dengan pemenggalan kepala di PN Martapura, mendengarkan dakwaan dari JPU terdakwa kasus pemenggalan kepala, Rabu (27/3). 

BANJARMASINPOST.CO.ID- MARTAPURA -- Majelis Hakim beserta Jaksa Penuntut Umum kembali menjadwalkan sidang pelaku pemenggal kepala, Rahmadi yang mana korbannya bernama M Safrudin (19) pada Kamis (23/5). Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu semula dijadwalka pada 13 Mei 2019, namun ditunda menjadi Kamis (23/5/2019).

Beredar informasi di PN Martapura, sidang pembacaan tuntutan tersebut ditunda dikarenakan JPU yang terdiri dari M Syaiful dan Arie Zaky belum siap. Namun hal itu dibantah oleh Kasipidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Apriady yang menjelaskan sidang ditunda dikarenakan terdakwa sakit demam.

"Minggu kemarin ditunda karena terdakwanya sakit. Terdakwa sempat menjalani perawatan di klinik LP dan ada surat keterangan sakit dari klinik LP Cempaka," katanya.

Apriady menegaskan, bahwa tuntutan sudah siap dan akan dibacakan dalam sidang pada 13 Mei 2019, tetapi karena terdakwanya yang tidak tidak bisa hadir. JPU sudah menyerahkan surat ketidakhadiran terdakwa kepada Panitera di PN Martapura.

Baca: Laporan Caleg PKB ini Dihentikan Bawaslu Provinsi Kalsel, Disebut Tak Penuhi Syarat Materiil

Pada sidang sebelumnya dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, terungkap bahwa terdakwa, Rahmadi tidak sekali tebas memenggal kepala korbannya, M Safrudin (19) Melainkan beberapa kali dengan terlebih dulu menebas leher bagian depan, dilanjutkan menebas bagian samping kanan, belakang hingga putus.

Bahkan, bagian kepala korban sudah dihujani beberapa kali tebasan. Terdakwa terlanjur sakit hati karena korban hampir tiap hari menyebutnya dengan sebutan (kotoran manusia).

Sidang dipimpin Ketua PN Martapura, Sutiyono dan dua anggota majelis hakim, Agustinus Sangkakala dan Gatot Nugroho. Pada agenda sidang mendengarkan keterangan saksi itu juga terungkap bahwa tersangka juga sudah membakar ijazah korban di tempat kejadian karena mengajak korban ke Kapuas ada pekerjaan dengan gaji menggiurkan.

Baca: Bawaslu Mintai Klarifikasi Habib Banua Via Telekonferensi

Jaksa Penuntut Umum, M Syaiful dan Arie Zakky pun dalam persidangan tersebut melontarkan beberapa pertanyaan kepada saksi dan juga terdakwa. Terdakwa menegaskan bahwa menggorok leher rekannya muncul tiba-tiba, awalnya hanyalah mengajak ke tempat sepi untuk menanyakan maksudnya selalu menyebutnya dengan tahi (kotoran manusia) dan ingin memberinya pelajaran.

Sedangkan alasan terdakwa pada malam itu membawa parang, karena melihat korban selalu membawa senjata tajam yang dimofifikasinya menjadi ikat pinggang.

Saksi-saksi yang sudah dihadirkan yakni Pambakal Lokbaintan, Sahlian Noor, orangtua korban, Syafrudin, Ketua RT yang juga warga biasa melihat orang singgah di TKP, Anang Arianto, adik korban, Siti Aisyah serta teman korban dan terdakwa, Hajeri.

Resmob Polda Kalsel, Tekap Resmob Polres Banjar serta Buser Polres Tala menangkap pelaku bernama Rahmadi (19). Pria yang akrab disapa Madi itu ditangkap dirumah kontrakkannya di Gang 55 Desa Bentok Kecamatan Bati-bati Kabuaten Tanah Laut, Kamis (22/11) sekitar pukul 00:50 Wita lalu.

Petugas pun menggelendangnya ke Polres Banjar bersama barang bukti motor korban jenis Yamaha Jupiter MX warna biru milik korban, dan Yamaha Vixion milik pelaku serta baju pelaku yang diduga ada bercak darah. Terdakwa yang akrab disapa Madi itu membuang kepala korban ke bawah Jembatan Barito usai menghabisi korban. Maka dipimpin langsung Direktur Kriminal Kombes Sofyan Hidayat pelaku dibawa ke jembatan Barito untuk menunjukan tempat ia membuang kepala korban. Kamis pada 22 November 2018 dinihari lalu.

Baca: Percaya Diri, 10 Santri Cilik Mengaji di Hadapan Jemaah Peringatan Nuzulul Quran

Namun karena air sedang pasang dan cuaca gelap pencarian pun ditunda dan dilanjutkan pada Kamis (22/11/2019) pagi dan sekitar pukul 10.00 Wita kepala korban ditemukan terbungkus tas korban. Tak hanya itu pada pencarian dipimpin Wadir Krimum AKBP Himawan Sugeha ini petugas juga menemukan senjata jenis parang yang diduga menghabiski korban yang dibuang bersama kepala korban.

Sedangkan jasad korban termutilasi kepala pada Selasa (20/11/2018) lalu, petugas langsung melakukan penyelidikan. Dari lidik itu diperoleh korban mutilasi itu bernama M Rahmadi (19) warga Desa Tatah Layap dan berbekal identitas korban petugas pun melakukan penyidikan dan berhasil menangkap pelaku. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved