Berita Tanahlaut

Ribuan Petasan Cabe Disita Polsek Kintap dari Pedagang, Ini Alasan Polisi Lakukan Penyitaan

Petasan yang biasanya dimainkan anak-anak hingga orang dewasa selain membahayakan bagi pemainnya juga dianggap mengganggu masyarakat yang beribadah.

Ribuan Petasan Cabe Disita Polsek Kintap dari Pedagang, Ini Alasan Polisi Lakukan Penyitaan
HO/Polsek Kintap
Polisi melakukan razia pedagang petasan di Kintap, Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ribuan petasan berhasil diamankan Polsek Kintap Polres Tanahlaut dalam razia para pedagang petasan dan kembang api di Kecamatan Kintap Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan.

Petasan berbagai bentuk disita dari pedagang untuk dimusnahkan. Giat petasan di pasaran dan warung tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kintap AKP Teguh Siswoyo.

Menurut AKP Teguh Siswoyo, kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (22/5/2019) dilakukan karena adanya keresahan masyarakat dengan petasan yang dijual bebas di pasaran dan warung.

Petasan yang biasanya dimainkan anak-anak hingga orang dewasa selain membahayakan bagi pemainnya juga dianggap mengganggu masyarakat yang tengah beribadah.

"Saat tarawih suara petasan itu mengganggu masyarakat yang sedang beribadah di langgar dan masjid," ujar AKP Teguh.

Baca: Empat PSK Diamankan di Eks Pembatuan dan Batu Besi, Pelaku Juga Layani Prostitusi Online

Oleh karenanya pihaknya menyusuri pedagang kembang api yang ada di Kecamatan Kintap guna mengamankan petasan yang dijual bebas.

Alhasil sebanyak 1500 petasan cabe berhasil diamankan dari beberapa pedagang. Pedagang yang terciduk menjual petasan pun mau tak mau harus rela menyerahkan barang bukti untuk diamankan. Selain dari petasan yaitu kembang api dibiarkan untuk dijual oleh pedagang. 

"Petasan cabe ini yang paling banyak dijual dan dibeli oleh warga, memang kecil tapi suaranya nyaring dan bisa mengganggu masyarakat yang tengah beribadah," terang Kapolsek.

Tak hanya menyita petasan, pedagang yang kedapatan menjual petasan juga diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak menjual petasan lagi. Jika melanggar maka akan dikenakan sanksi hukum. 

Teguh juga meminta agar masyarakat menghargai orang lain yang tengah beribadah dengan menjaga situasi agar tetap kondusif tanpa suara nyaring yang mengganggu serta tak membahayakan dengan ledakan petasan.

Baca: Berita Hoax Makin Marak di Media Sosial, Ini Imbauan Polda Kalteng

"Mari kita isi bulan yang penuh berkah ini dengan kebahagiaan yang indah, tanpa harus dengan suara petasan yang membahayakan yang memainkan dan orang disekitarnya," tambahnya.

Ia juga meminta agar orangtua memantau anak-anaknya agar tak membeli petasan meskipun untuk sekadar bermain.

Namun dengan disitanya ribuan petasan cabe di Kecamatan Kintap, Teguh berharap dapat menciptakan situasi yang lebih kondusif di masyarakat. (Banjarmasinpost.co.id/milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved