Pemilu 2019

Saksi Partai Demokrat Emosi Saat Pleno Rekapitulasi Suara, Menggebrak Meja Sambil Mengucapkan ini

Aksi gebrak meja terjadi saat rekapitulasi suara Provinsi Papua di ruang sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (21/5) dini hari.

Saksi Partai Demokrat Emosi Saat Pleno Rekapitulasi Suara, Menggebrak Meja Sambil Mengucapkan ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (22/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Aksi gebrak meja terjadi saat rekapitulasi suara Provinsi Papua di ruang sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (21/5) dini hari.

Saksi dari Partai Demokrat Jansen Sitindaon melakukannya ketika menyampaikan pendapat mengenai hasil rekapitulasi suara untuk DPR RI.

Suara Jansen meninggi ketika mengetahui ada enam wilayah dari 15 kabupaten/kota di Papua yang tidak menjalankan Pemungutan Suara Ulang (PSU) sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Wilayah tersebut adalah Kabupaten Paniai, Puncak, Intan Jaya, Mamberamo Raya, Jayapura dan Kota Jayapura.

"Ini saya juga baru tahu kalau ada rekomendasi sebanyak ini dan tidak dijalankan. Dari undang-undang sudah jelas, tidak ada alasan untuk tidak menjalankan rekomendasi dari Bawaslu," tegas dia bersuara tinggi.

Suaranya semakin tinggi menanggapi alasan KPU Papua tidak menjalankan rekomendasi yakni karena faktor cuaca dan jarak.

Baca: Istrinya Pasang Tarif Rp 700 Ribu Tiap Berhubungan Badan, Suami Ini Marah dan Menghabisinya

Baca: Nikita Mirzani Terkenal Suka Nyinyir, Ini Tanggapan Tak Terduga Anaknya Soal Perilaku Ibunya Itu

Baca: Ini Pengakuan Joki Tes Masuk FK UM Surabaya, Sebut Mahasiswa UGM & ITB, Berani Bayar Rp125 Juta

Baca: Pernyataan Lengkap SBY Terkait Hasil Pemilu 2019, Sebut Soal KPU, Jokowi dan Prabowo

Baca: UPDATE Aksi 22 Mei, Kondisi Terkini Asrama Brimob, Massa Lempar Molotov, Polisi Pun Lakukan Ini

"Saya tidak mungkin bicara kotor di sini. Pertanyaan saya ke Bawaslu, ini sudah merendahkan kalian, kenapa kulihat kau santai sekali Bawaslu," serunya sambil menggebrak meja.

Satu per satu anggota Bawaslu ditunjuk olehnya, termasuk Fritz Edward Siregar yang satu almamater dengannya di Universitas Indonesia.

"Kita ini lulusan UI, bukan lulusan orang bodoh. Jangan diam saja. Buat apa jauh-jauh kau sekolah ke Belanda kalau seperti ini? Di Bawaslu ini orang pintar semua ini, jangan diam saja," katanya.

Saksi dari PKB menyanggah pernyataan Jansen.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved