Yang Terjadi pada Tubuh Apabila Terkena Gas Airmata, Begini Cara Penanganannya

Polisi melepaskan tembakan gas air mata untuk memukul mundur massa yang melakukan tindakan-tindakan anarkis.

Yang Terjadi pada Tubuh Apabila Terkena Gas Airmata, Begini Cara Penanganannya
(AFP)
Polisi militer menembakkan gas air mata 

Rohini J. Haar, M.D., M.P.H., seorang peneliti medis dan penasihat di Physicians for Human Rights, mengatakan kepada SELF, (gas air mata seperti OC) membuat kulit Anda terasa terbakar, dan ketika dihirup dapat menyebabkan luka pada saluran pernapasan dan paru-paru.

Bisakah menyebabkan kematian? Haar menjelaskan bahwa gejala dari gas air mata seharusnya bersifat sementara, sekitar 20-30 menit.

Namun, jika Anda tidak bisa keluar dari gas air mata, paparannya terlalu banyak, atau Anda memang rentan, gas air mata bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Pada orang yang memang memiliki asma, misalnya. Haar berkata bahwa mereka memang lebih sensitif terhadap gangguan pernapasan dan bisa mengalami hypoxia atau kondisi di mana seseorang tidak mendapat cukup oksigen ke dalam tubuh.

Terkadang, wadah gas air mata yang dilemparkan juga bisa menyebabkan luka serius.

“Kami telah melihat tulang atau tengkorak yang patah akibat tertimpuk wadah gas air mata,” ujar Haar.

Hay pun sependapat dengan Haar.

Dia berkata bahwa meskipun jarang terjadi, kematian akibat gas air mata bisa terjadi.

Biasanya ketika dikombinasikan dengan faktor-faktor lain yang membatasi pernapasan, seperti pembekukan oleh aparat keamanan atau sekadar tekanan fisik karena berlari.

Penggunaan gas air mata pada area yang sempit, seperti yang terjadi di jalanan Mohammed Mahmoud dekat Tahrir Square di Mesir pada 2011, juga dapat menyebabkan efek yang berkelanjutan karena paparannya menjadi lebih terkonsentrasi dan jangka waktunya menjadi lebih panjang.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved