Berita Batola

Delapan Rumah di Jelapat Tamban Botola Diamuk Api, Warga Pun Berlarian

Warga Desa Jelapat Baru, RT 2, Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola, Rabu (22/5/19) malam sekitar pukul 23:30 Wita kalang kabut.

Delapan Rumah di Jelapat Tamban Botola Diamuk Api, Warga Pun Berlarian
Emergency Batola
Kebakaran hebat melanda delapan rumah di Desa Jelapat Baru, RT 2, Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola, Rabu (22/5/19) malam sekitar pukul 23:30 Wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Warga Desa Jelapat Baru, RT 2, Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola, Rabu (22/5/19) malam sekitar pukul 23:30 Wita kalang kabut. Mereka berlarian keluar rumah karena salah satu rumah warga di RT setempat terbakar.

Sebagian warga yang sudah tertidur lelap tampak bingung apa yang dilakukan. Api yang berasal dari salah satu rumah warga membakar rumah kayu tersebut dengan cepat.

Beberapa warga langsung mengambil air melalui ember untuk menyiram ke lokasi kebakaran. Warga lainya, mencoba mencari pompa air.

Namun kondisi berkata lain. Api yang diduga berasal dari konsleting salah satu rumah warga tersebut cepat membakar tujuh rumah lainnya.

Baca: Tutup Akibat Rusuh Massa Protes Hasil Pemilu 2019 di Depan Bawaslu, Sarinah Rugi Rp 1 Miliar

Baca: Asal Usul Gelar Mufti Syekh Jamaluddin, Baik pada Tamu dan Kesan Mendalam Belanda

Baca: Ustadz Arifin Ilham Berpulang, Ini Wasiat Terakhir Sebelum Sang Ulama Meninggal Dunia

Dalam hitungan menit, delapan rumah berasal dari kayu dan lokasinya saling berdempetan itu langsung ludes terbakar. Para pemilik rumah pun hanya bisa pasrah dan sebagian menangis melihat rumahnya terbakar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batola, Sumarno, saat dikonfirmasi Kamis (23/5/19), membenarkan membenarkan kebakaran delaaan rumah warga Desa Jelapat Baru, RT 2, Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola, Rabu (22/5/19) malam sekitar pukul 23:30 Wita.

Menurut Sumarno, informasi sementara karena konsleting listrik. Anak buah tadi dalam ke sana. Anggota barisan pemadam kebakaran (BPK) sangat sulit menuju ke lokasi kebakaran rumah karena jalan sangat sempit. BPK hanya sampai bisa menuju jalan beraspal saja.

“Ada delapan rumah, 9 kepala keluarga dan 29 jiwa yang menjadi korban kebakaran ini,” kata Sumarno.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved