Pilpres 2019

Kapolri Tito Karnavian Sebut Ada Skenerio Jahat Penembak Jitu Ingin Kacaukan Aksi 22 Mei

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan ada skenario jahat berupa penembak jitu yang ingin mengacaukan aksi 22 Mei.

Kapolri Tito Karnavian Sebut Ada Skenerio Jahat Penembak Jitu Ingin Kacaukan Aksi 22 Mei
capture/BPost Edisi cetak
Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis 23 Mei 2019, Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Rusuh akibat protes hasil Pilpres 2019 mengakibatkan ratusan pendemo, termasuk petugas luka, enam warga meninggal di Jakarta, Selasa (21/5/2019). Dua korban meninggal terkena peluru tajam.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan ada skenario jahat berupa penembak jitu yang ingin mengacaukan aksi 22 Mei. Selanjutnya informasi itu digoreng dan menyalahkan aparat TNI/Polri agar memancing amarah masyarakat.

Tito pun memperlihatkan tiga pucuk senjata api. Di antaranya senapan serbu M4 Carbine. Senjata M4 biasa digunakan tentara Angkatan Darat dan Korps Marinir AS. Senjata ini memiliki mode semiotomatis dan dapat memuntahkan tiga butir peluru.

“Senjata panjang jenis M-4 dilengkapi dengan peredam. Jadi kalau ditembakkan, suaranya tidak kedengaran. Juga dilengkapi pisir, ini artinya senjata bisa dipakai teleskop untuk sniper,” ujar Tito saat jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, kemarin.

Baca: 3 Aplikasi VPN Terbaik Saat Instagram Facebook Whatsapp Down Karena Aksi 22 Mei

Baca: Video SARA & Ujaran Kebencian Aksi 22 Mei Dilacak Kominfo Setelah Instagram Facebook Whatsapp Down

Baca: Polisi Tangkap 3 Terduga Provokator Kerusuhan 22 Mei Petamburan Asal Sukabumi

Baca: Polisi Bentrok dengan Massa di Kerusuhan 22 Mei Masih Berlanjut Hingga Pukul 06.00 Pagi

Menurut Kapolri, polisi telah menangkap beberapa orang terkait penemuan senjata api tersebut. “Dalam waktu seminggu ini, Polri sudah menangkap sejumlah orang berikut senjata api yang bertujuan membuat kerusuhan pada tanggal 22 Mei, itu diamankan. Ada enam orang yang sudah diamankan,” ujar Tito.

Sementara itu Polda Metro Jaya menangkap 257 yang diduga sebagai provokator dan pelaku kerusuhan di tiga tempat di Jakarta. “Berkaitan dengan kegiatan unjuk rasa tanggal 21 dan 22 Mei yang TKP-nya ada tiga yakni gedung Bawaslu, wilayah Petamburan, dan Gambir. Dari ketiga TKP itu, ada 257 tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, kemarin.

Baca: Rusuh Protes Hasil Pilpres 2019, 200 Orang Luka-luka, 6 Orang Meninggal, 2 Luka Tembak

Baca: Polisi Tangkap 3 Terduga Provokator Kerusuhan 22 Mei Petamburan Asal Sukabumi

Pada Selasa (21/5) dini hari, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019. Jumlah suara sah yang masuk sebanyak 154.257.601. Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan 85.607.362 suara atau 55,50 persen. Sementara pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mendapatkan suara 68.650.239 atau 44,50 persen.

Sementara itu, Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto meminta para pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan anarkistis dalam menyampaikan aspirasi penolakan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019. Permintaan disampaikan Prabowo dalam jumpa pers di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (22/5) sore.

“Saya tegaskan kepada semua yang masih mau mendengar saya, para pendukung saya, sekali saya tegaskan hindari kekerasan fisik berlakulah sopan santun. Hormatilah pejabat-pejabat penegak hukum dan jangan sekali-kali menggunakan kekerasan. Memang berat, saya memahami,” ujar Prabowo.

Dalam jumpa pers tersebut, Prabowo didampingi Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dan elite parpol koalisi. Di antaranya Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Laksamana Purnawirawan Tedjo Edhy Purdjiatno dan Marsekal Purnawirawan Imam Sufaat.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved