Berita Banjarmasin

Minyak Goreng Produk Lokal Bakal Beredar di Pasaran Kalsel, Pengusaha Upayakan Harga Terjangkau

Juli mendatang, satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, khususnya sawit, akan memasarkan minyak goreng mereka di Kalsel.

Minyak Goreng Produk Lokal Bakal Beredar di Pasaran Kalsel, Pengusaha Upayakan Harga Terjangkau
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Head PT Sime Darby Oils Pulau Laut Refinery, Mohd Hamdi Abdul Karim. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Juli mendatang, satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, khususnya sawit, akan memasarkan minyak goreng mereka di Kalsel.

Perusahaan tersebut yakni anak dari PT Minamas Plantation yaitu Sime Darby Oils (SDO) Pulau Laut Refinery, berada di Pulaulaut, Kabupaten Kotabaru, Kalsel.

Ada sekitar 32 hektar, total lahan yang digunakan oleh anak perusahaan itu. Bahkan disampaikan oleh Head PT Sime Darby Oils Pulau Laut Refinery, Mohd Hamdi Abdul Karim, perusahaan itu satu-satunya di Kalsel, umumnya di Indonesia. Sedangkan perusahaan serupa juga telah berkembang di Malaysia.

Sejauh ini ujarnya, pemasaran yang dilakukan dari hasil produk, dijual untuk ekspor. Sehingga pengiriman ke luar negeri. Bahkan sejumlah negara telah menjadi tempat penjualan produk tersebut.

"Kami akan mencoba menjual produk minyak goreng di Kalsel. Dan ini pertama kali. Insyaallah harga yang diberikan kepada masyarakat juga terjangkau. Karena tempatnya pada wilayah yang sama, " jelas Mohd Hamdi, Rabu (22/5/2019) malam.

Baca: UPDATE Kerusuhan Aksi 22 Mei - Massa di Kawasan Sabang Berusaha Bakar Truk Polisi Bermuatan Makanan

Baca: Ustadz Arifin Ilham Berpulang, Warga: Tolong Sampai Kabar ke Masyarakat Ustadz Meninggal

Baca: Rusuh Aksi 22 Mei, Warga Kalsel Pilih Pulkam, di Atas Rumah Saya Hilir-mudik Helikopter

Tentunya, ada alasan kenapa Kalsel yang dipilih sebagai tempat berdirinya perusahaan tersebut. Hamdi menerangkan, hal itu karena Kalsel, khususnya wilayah Pulaulaut memiliki banyak kebut sawit.

Merujuk rilis yang ia sampaikan, sekitar 407.000 ton per hari CPO Minamas atau 57 persen dari total produksi CPO, diolah kembali oleh PT SDO Pulau Laut Refinery.

Kemudian menjadi bahan olahan produk lain seperti Refined Bleached Deodorized (RBD) Palm Oil, RBD-OLien, RBD-STearin, Palm Fatty Acid Distillate (PFAD).

Sementara itu, Regional CEO Minamas Plantation, Tri Haryono menyampaikan, ada tujuh anak perusahan di bawah Minamas. Satu di antaranya PT SDO Pulau Laut Refinery.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan itu, kepedulian lingkungan ujar Tri Haryono tetap dijaga. Pihaknya melakukan praktek perkebunan yang ramah lingkungan dengan menerapkan Kebijakan "Zero Burning”.

Melalui komitmen tersebut, perusahaan melakukan upaya-upaya untuk menanggulangi kebakaran melalui pembangunan 72 menara api yang tersebar di beberapa lokasi diseluruh unit usaha (Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi). Adapun rata-rata ketinggian menara api mencapai 15 meter serta memasang ”Fire Index”.

Hingga tahun 2017, sebanyak 19 desa telah menjadi Desa Mandiri Cegah Api dibawah program Universitas Riau, Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Jambi.

Perpanjangan program itu ujarnya terus dilakukan dan saat ini kerjasama dengan Universitas Sriwijaya untuk program yang sama kembali dilaksanakan dengan jumlah lima desa yang akan mendapatkan pendampingan.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved