Tajuk

Musyawarahlah!

KETEGANGAN selama proses Pemilu serentak 2019, (semoga) antiklimaks pada 22 Mei 2019 tadi malam.

Musyawarahlah!
ISTIMEWA/ TribunMadura.com
BREAKING NEWS - Polsek Tambelangan Sampang Madura Dibakar Ratusan Massa Hingga Rata Dengan Tanah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - KETEGANGAN selama proses Pemilu serentak 2019, (semoga) antiklimaks pada 22 Mei 2019 tadi malam. Setelah dalam dua hari terakhir ini terjadi ketegangan di sejumlah titik di Jakarta.

Puncak ketegangan itu diawali ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelesaikan penghitungan hasil suara pemilihan presiden, legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 21 Mei 2019 dini hari. Beberapa jam kemudian, keputusan itu disusul aksi damai ribuan warga di depan Bawaslu.

Sayangnya, penyampaian pendapat secara damai itu harus dinodai rusuh secara sporadis di sejumlah titik di Jakarta, sejak 21 Mei malam hingga tadi malam. Pada aksi rusuh yang diyakini tak terkait langsung dengan aksi damai itu, polisi menangkap ratusan orang dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kita semua berharap agar ketegangan di Jakarta yang berlangsung hingga tadi malam, benar-benar antiklimaks. Dan mulai pagi ini hingga hari-hari selanjutnya, situasi mereda dan membaik untuk kemudian kita bisa konsentrasi melakukan upaya konstruktif yang mensejahterakan warga bangsa.

Untuk itu, semua komponen bangsa haruslah mengupayakan kedamaian secara serius dan terus menerus. Tidak hanya Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang duduk semeja kemudian tertawa bersama, tapi semua pihak di masing-masing tingkatan haruslah bersikap bijak dan mendamaikan.

Upaya itu seharusnya tak sekadar berbentuk pernyataan verbal yang seakan-akan bijak, namun di balik podium merencanakan sesuatu yang bisa berdampak buruk bagi kesatuan dan persatuan bangsa. Namun, sikap bijak itu haruslah benar-benar tulus dan diejawentakan dengan langkah-langkah kongkret demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Atau, sebagai warga bangsa yang beragama, yaknilah bahwa sikap bijak untuk kedamaian itu tak sekadar demi bangsa, tapi merupakan bagian penting dalam rangka menjalankan tuntunan Tuhan. Dalam Islam, tuntunan itu termaktup secara lengkap dalam Alquran, yang diwahyukan kali pertama pada bulan Ramadan, sebagaimana saat ini.

Dalam tuntunan yang termaktup dalam Alquran, Tuhan memberikan guiding untuk menyelesaikan perbedaan. Di antaranya, kita diminta saling mengenal satu sama lain dalam makna yang sebenarnya. Kita juga diajari bermusyawarah dengan mekanisme yang disepakati.

Jadi, sudahilah sengketa yang tidak mendamaikan ini dengan menggelar silaturahim dalam rangka saling mengenal. Atau segera gelarlah musyawarah antar-para pihak pada forum formal atau non-formal, untuk mencapai kesepakatan yang bisa diterima secara legowo oleh para pihak.

Dengan demikian, aksi-aksi yang tidak mendamaikan tidak perlu digelar karena cara itu tidak akan mengubah keputusan lembaga formal yang keberadaanya telah disepakati semua komponen bangsa. (BANJARMASINPOST.CO.ID/*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved