Pemilu 2019

Rusuh Aksi 22 Mei, Warga Kalsel Pilih Pulkam, ''di Atas Rumah Saya Hilir-mudik Helikopter''

Di antara penumpangnya ternyata ada warga Kalimantan Selatan yang khawatir dengan kondisi mencekam ibu kota.

Rusuh Aksi 22 Mei, Warga Kalsel Pilih Pulkam, ''di Atas Rumah Saya Hilir-mudik Helikopter''
KOMPAS.COM/ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Bentrok antara polisi dan massa aksi di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Bentok terjadi setelah massa dipukul mundur dari kericuhan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 524 mendarat lancar di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Rabu (22/5) pukul 15.46 Wita. Di antara penumpangnya ternyata ada warga Kalimantan Selatan yang khawatir dengan kondisi mencekam ibu kota.

Mereka memutuskan pulang kampung (pulkam) segera. Begitu keluar dari terminal kedatangan, mereka terlihat tersenyum mendapat sambutan keluarga dan kolega. Bahkan ada yang terdengar langsung bercerita soal situasi di Jakarta.

Salah satunya Tajero, warga Jalan Ahmad Yani Kilometer 4 Banjarmasin. Dia mengaku terpaksa cepat-cepat meninggalkan Jakarta karena situasi di Jakarta khususnya sekitar Tanah Abang tak aman.

Baca: Pos Polisi di Solo Dekat Rumah Jokowi Terbakar, Rembetan Aksi Rusuh 22 Mei?

Baca: Ini Pengakuan Sopir Ambulans Berlogo Gerindra Saat Kerusuhan 22 Mei, Yayan : Saya Hanya Disuruh DPC

Baca: Jadwal Berakhirnya Instagram Facebook & Whatsapp Down Setelah Aksi 22 Mei Kata Kominfo

Baca: Video SARA & Ujaran Kebencian Aksi 22 Mei Dilacak Kominfo Setelah Instagram Facebook Whatsapp Down

Baca: Kapolri Tito Karnavian Sebut Ada Skenerio Jahat Penembak Jitu Ingin Kacaukan Aksi 22 Mei

Baca: Polisi Tangkap 3 Terduga Provokator Kerusuhan 22 Mei Petamburan Asal Sukabumi

Baca: Polisi Bentrok dengan Massa di Kerusuhan 22 Mei Masih Berlanjut Hingga Pukul 06.00 Pagi

Baca: Bahaya VPN, Aplikasi Pilihan Saat Instagram WhatsApp Facebook Down Karena Rusuh 22 Mei 2019

“Saya sejak tiga hari lalu di Jakarta. Petugas tampak siaga. Di sana juga tidak bisa berurusan soal kerjaan. Ke mana-mana sulit. Jadi lebih baik pulang. Suasana hati kada tenang,” ucap Tajero.

Tajero awalnya tinggal di Tebet. Mendengar kabar akan ada aksi di sana, dia memutuskan pindah ke Tanah Abang. “Sekalinya, begitu pindah ke Tanah Abang, di situ malah rusuh. Tadi saja sebelum berangkat ke bandara, kalau terlambat sedikit saja bisa susah keluar. Saya keluar sekitar pukul 06.30 WIB,” kata dia.

Baca: UPDATE Kerusuhan Aksi 22 Mei - Massa di Kawasan Sabang Berusaha Bakar Truk Polisi Bermuatan Makanan

Baca: Polsek Tambelangan Madura Dibakar 400 Massa, Polda Jatim Masih Pastikan Terkait Rusuh Aksi 22 Mei

Baca: Rahasia Provokator Aksi 22 Mei Diungkap Polisi, Tahu Agenda Jokowi, Aksi Rusuh & Uang Dollar Amerika

Baca: Rahasia Provokator Aksi 22 Mei Diungkap Polisi, Tahu Agenda Jokowi, Aksi Rusuh & Uang Dollar Amerika

Dia mengatakan suasana di Bandara Soekarno Hatta aman. Penerbangan menuju Bandara Syamsudin Noor pun lancar.

Communication and Legal Section Head Bandara Syamsudin Noor Adit Putra juga mengatakan situasi penerbangan aman. “Untuk penerbangan tidak ada pengaruh, normal-normal saja,” katanya mewakili General Manager Indah Preastuty.

Sedangkan General Manager Lion Air Banjarmasin Agung Purnama mengatakan hal serupa. Jadwal penerbangan tidak terganggu. “Sementara ini penerbangan dari Jakarta tidak ada kenaikan secara signifikan. Sama tidak ada lonjakan penumpang hari ini dan besok dan besok. Kita ada empat penerbangan dari dan ke Jakarta,” katanya.

Jika Tajero memilih pulang, Fauziyah Novita, warga asal Banjarmasin yang tinggal di Cideng, tak jauh dari Tanah Abang, memilih diam di rumah. Fauziyah mengatakan situasi Rabu dini hari mencekam. Dia mendengar beberapa kali suara tembakan.

Dia menceritakan jalan menuju Slipi masih ditutup karena di Petamburan ada pembakaran mobil, perusakan mobil dan pembakaran asrama Brimob. “Pasar Tanah Abang tutup sejak kemarin. Seluruh pemilik kios sepakat tutup, “ kata Fauziyah yang berkantor di kawasan Tanah Abang.

“Tadi malam saya putuskan tutup kantor karena situasi pada jam delapan malam tiba-tiba sepi. Curiga saya. Ternyata lihat dari handphone, depan Bawaslu itu sudah ramai,” katanya.

Dia pun meminta staf untuk tidak ke kantor pada Rabu. “Sekarang di atas rumah saya hilir-mudik helikopter,” kata dia.

Kondisi ini juga membuat Iyus, warga Banjarmasin, waswas. Itu karena istrinya bekerja di Jakarta sebagai marketing sebuah bank. “Iya cukup waswas. Sejak tadi malam aku WA istri agar hati-hati,” paparnya.

Untungnya, menurut Iyus, istri dan anak tinggal cukup jauh dari pusat kota yakni di daerah Puri Indah.
(BANJARMASINPOST.CO.ID/kur/dwi)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved