Pilpres 2019

Rusuh Protes Hasil Pilpres 2019, 200 Orang Luka-luka, 6 Orang Meninggal, 2 Luka Tembak

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginformasikan terdapat enam korban meninggal akibat kerusuhan. korban penembakan tersebar di empat rumah sakit.

Rusuh Protes Hasil Pilpres 2019, 200 Orang Luka-luka, 6 Orang Meninggal, 2 Luka Tembak
capture/BPost Edisi cetak
Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis 23 Mei 2019_wm 

BANJARMASINPOSt.CO.ID, JAKARTA - Aksi bentrok massa  yang menolak pemilu curang dengan petugas, Rabu (22/5/2019) mengakibatkan ratusan orang luka, enam pendemo meninggal dunia, dua di antaranya terkena tembakan atau peluru tajam.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginformasikan terdapat enam korban meninggal akibat kerusuhan. korban penembakan tersebar di empat rumah sakit di Jakarta.

“Jadi kira-kira ada 200 orang luka-luka per jam sembilan pagi ini, dan ada sekitar enam orang tercatat meninggal,” ujar Anies di RS Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat, kemarin.

Baca: Polisi Tangkap 3 Terduga Provokator Kerusuhan 22 Mei Petamburan Asal Sukabumi

Baca: Polisi Bentrok dengan Massa di Kerusuhan 22 Mei Masih Berlanjut Hingga Pukul 06.00 Pagi

Kabag Humas RSUD Tarakan dr Reggy S Sobari mengatakan pihaknya menerima banyak korban sejak Selasa (21/5) petang. Kondisi korban pun beragam mulai dari luka ringan hingga dua korban meninggal akibat luka tembak. “Satu (luka tembak) di dada, satu di leher,” katanya.

Sebelumnya, calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto meminta para pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan anarkistis dalam menyampaikan aspirasi penolakan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019. Permintaan disampaikan Prabowo dalam jumpa pers di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (22/5) sore.

Baca: Prabowo Subianto Ingatkan Massa Jangan Lakukan Kekerasan, Jokowi Buka Pintu Dialog

“Saya tegaskan kepada semua yang masih mau mendengar saya, para pendukung saya, sekali saya tegaskan hindari kekerasan fisik berlakulah sopan santun. Hormatilah pejabat-pejabat penegak hukum dan jangan sekali-kali menggunakan kekerasan. Memang berat, saya memahami,” ujar Prabowo.

Dalam jumpa pers tersebut, Prabowo didampingi Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dan elite parpol koalisi. Di antaranya Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Laksamana Purnawirawan Tedjo Edhy Purdjiatno dan Marsekal Purnawirawan Imam Sufaat.

Prabowo juga mengimbau semua pihak agar menahan diri. “Saya mengimbau seluruh pihak, masyarakat yang menyampaikan aspirasinya, pihak kepolisian, pihak TNI dan semua pihak untuk menahan diri agar tidak melakukan kekerasan fisik,” ujarnya.

Dia pun meminta semua pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang provokatif. “Termasuk kepada seluruh pejabat publik, pejabat kepolisian politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, netizen dan seluruh anak bangsa untuk menghindari kekerasan verbal apa pun yang dapat memprovokasi. Apalagi di bulan Ramadhan yang baik dan suci ini,” ujarnya.

Baca: UPDATE Rusuh 22 Mei, Jalan Slipi I Sudah Bisa Dilintasi, Kendaraan Bebas Melintas

Pernyataan ini disampaikan Prabowo menanggapi kerusuhan sejak Rabu dini hari pascaaksi pendukungnya di depan kantor Bawaslu Jalan MH Thamrin, Jakarta. Kerusuhan terjadi di beberapa lokasi seperti Pasar Tanah Abang, Asrama Brimob Jalan KS Tubun, Jati Baru dan Slipi Jaya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved