Berita Banjarmasin

Usai Ram Cek, AKAP Laik Jalan Dapat Stiker dari BPTB Wilayah XV Kalsel, Ini Maksud dan Tujuannya

Stiker tersebut dipasang pada AKAP yang telah diperiksa dan dipastikan laik jalan. Baik mengenai fisik angkutan dan dokumen lainnya tidak masalah

Usai Ram Cek, AKAP Laik Jalan Dapat Stiker dari BPTB Wilayah XV Kalsel, Ini Maksud dan Tujuannya
capture/BPost Edisi cetak
Harian Banjarmasin Post edisi Kamis (23/9/2019), Halaman 9 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain melakukan pemeriksaan ram cek, jelang Mudik Lebaran 2019,  Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTB) Wilayah XV Provinsi Kalsel memberikan stiker laik jalan pada sejumlah AKAP di Terminal KM 6 Banjarmasin.

Stiker tersebut dipasang pada AKAP yang telah diperiksa dan dipastikan laik jalan. Dalam artian, baik mengenai fisik angkutan dan dokumen lainnya tidak bermasalah.

Dari belasan AKAP yang diperiksa, beberapa di antaranya lulus dari pemeriksaan fisik tersebut. Namun tidak sedikit yang dikenakan sanksi tidak bisa beroperasional karena tidak bisa memperlihatkan dokumen angkutan, baik STNK atau SIM serta buku KIR yang masih berlaku.

Kepala BPTD Wilayah XV Kalimantan Selatan, Ardono menegaskan, bagi sopir atau pengusaha angkutan yang dianggap melanggar atau tidak lolos uji fisik maka tidak bisa beroperasional sementara belum dilengkapi. Namun sebutnya, untuk kemarin masih ada toleransi. Karena beberapa angkutan harus mengantarkan penumpang.

“Bagi yang melanggar, kami berikan beberapa tindakan. Bisa ditilang, dilarang beroperasi dan pergantian spare part pada saat itu juga,” ucap Ardono menegaskan.

Pemeriksaan fisik angkutan atau ram cek dilakukan selama sepekan. Sejak 22 Mei hingga 27 Mei 2019 mendatang.

Ardono mengatakan ada sekitar 76 AKAP yang diperiksa dan 11 bus pariwisata. Sementara jumlah keseluruhan AKAP di Kalsel mencapai 162 unit. Sedangkan yang aktif ujarnya hanya sekitar 70-an. Adapun target jumlah pada pemeriksaan tersebut yakni sebanyak 90 unit.

Tentunya, dengan adanya pemeriksaan fiisk angkutan tersebut ia harapkan bisa menyediakan jasa transportasi umum yang aman dan memperhatikan keselamatan bagi masyarakat.

Selain itu jelasnya, AKAP yang dinyatakan laik jalan juga sudah dibedakan melalui stiker laik jalan yang terpasang di bagian AKAP tersebut. Sehingga penumpang pun bisa melihat penilaian laik jalan dari angkutan yang akan ditumpangi.

Tak habis disitu, Ardono juga meminta agar para sopir untuk segera melaporkan angkutan mereka kepada para pemilik agar bisa dirawat. Khususnya untuk uji KIR sebut Ardono untuk kondisi ban, rem dan segala peralatan standart yang ada di angkutan memang harus sesuai.

Sehingga apabila terjadi kerusakan jelasnya, sopir atau pengguna angkutan itu langsung menginformasikan agar bisa dilakukan perbaikan.

“Jadi pemilik atau organisasi itu merupakan pihak yang memutuskan kapan spare part dan dokumen angkutan diganti. Kemudian pengemudi sebagai pengendali harus mengetahui bahwa kendaraanya bemasalah,” jelas Ardono. (banjarmasinpost.co.id/ell)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (23/5/2019)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved