Berita Banjarbaru

5.543 Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan di Kalsel Dipastikan Tidak Dapat THR

Ketika Aparatur Sipil Negara (ASN) tunjangan hari raya (THR) atau gaji ke 13 di Pemprov Kalsel sudah dicarikan pada Jumat (24/5/2019) hari ini.

5.543 Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan di Kalsel Dipastikan Tidak Dapat THR
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Ruangan yang menjadi posko pengaduan THR di Kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Ketenagakerjaan Kota Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ketika Aparatur Sipil Negara (ASN) tunjangan hari raya (THR) atau gaji ke 13 di Pemprov Kalsel sudah dicarikan pada Jumat (24/5/2019) hari ini. Tapi tidak untuk honorer.

Karena untuk THR Honorer ini tidak diatur dalam aturan sehingga kebijakannya dilimpahkan ke tiap Satuan Perangkat Daerah (SKPD). Termasuk honorer Guru dan tenaga kependidikan.

Di Kalsel untuk tenaga honorer kependidikan ada sekitar 5.534. Mereka juga pastinya berharap akan adanya THR atau tambahan penghasilan.

"Ya saya honornya Rp 1.500.000 cair saja sih. Tapi uang segitu mana bisa mudik ke rumah di Jawa. Jangankan Buat beli tiket pulang kampung ke Jawa saja. beli makan dan nukar baju baru untuk lebaran saja tak bisa," tandas Nur salah satu tenaga pendidik honorer di tingkat SMA di Banjarbaru.

Ya, dari tahun ke tahun aturan untuk pemberian THR atau gaji ke 13 untuk tenaga honorer termasuk di guru dan tenaga kependidikan tidak diatur alias tidak ada.

Karena itu lah ribuan guru honorer dan tenaga kependidikan juga dipastikan tak dapat THR termasuk di 2019 kali ini.

Baca: Pemkab Tapin Buka Posko Pengaduan THR, Arsono: Perusahaan Batu Bara Bayar THR Plus Parcel

Baca: Perbup Belum Selesai, THR ASN Pemkab Banjar Diundur, Ini Jadwal Pembayarannya

Baca: THR ASN Pemprov Dicairkan Jumat Besok, Honorer Diserahkan Ke Tiap SKPD

Menurut Kadisdikbud Kalsel, H Muhammad Yusuf Effendi, Jumat (24/5/2019) juga membenarkan untuk non PNS atau honorer guru tidak diatur untuk gaji ke 13 atau THR.

"Ya karena tidak diatur, kita tidak bisa berbuat banyak. Hal ini sama dengan tahun sebelumnya juga tak dapat. Termasuk juga di provinsi lain juga sama tidak ada," kata HM Yusuf Effendi.

Tapi meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tidak bisa dinilai tidak memperhatikan. Sebab kata Yusuf Effendi Pemprov melalui Disdik sudah memperhatikan guru honorer ini lebih baik dari sebelumnya.

Jika tunjangan penghasilan awal ketika kewenangan SMA dilimpahkan ke Provinsi kan Rp 1 juta saja, kini Guru Honorer mendapat Rp 1,5 Juta.

Selain itu di tahun 2019 ini, Yusuf Effendi menjelaskan juga menganggarkan selama satu tahun penuh pembayaran sudah diaromodasi.

"Jadi tak perlu di APBD Perubahan mengusulkan lagi. Kalau di tahun 2018 itu dua kali menganggarkan sehingga ada keterlambatan, nah tahun ini full sehingga tinggal membayar saja lagi," tandas Yusuf Effendi. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved