Berita Tanahlaut

Buron Enam Tahun, Ibu Rumah Tangga Ini Ditangkap di Jakarta, Terdakwa Pemalsu Sertifikat Tanah

RL yang sudah menjadi DPO sejak enam tahun lalu akhirnya berhasil dibekuk di tempat pelariannya di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Buron Enam Tahun,  Ibu Rumah Tangga Ini Ditangkap di Jakarta, Terdakwa Pemalsu Sertifikat Tanah
Banjarmasinpost.co.id/milnasari
RL saat berada di Kejaksaan Negeri Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dengan wajah tertunduk, RL (38) harus rela diangkut dengan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

RL yang sudah menjadi DPO sejak enam tahun lalu akhirnya berhasil dibekuk di tempat pelariannya di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Warga Desa Atu-atu Kecamatan Pelaihari tersebut merupakan terdakwa pemalsuan sertifikat tanah di Desa Pandansari Kecamatan Kintap Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan.

RL yang merupakan ibu rumah tangga mengaku memiliki tanah seluas 20 ribu meter persegi di Desa Pandasansari. Ia bekerjasama dengan kepala Desa Pandasansari dengan membuat surat sporadik lengkap dengan tandatangan RT sebagai saksi.

Diputuskan tanah akan dijual seharga Rp 250 juta. Oleh pihak ketiga atau makelar tanah dijual kembali dengan harga Rp 330 juta.

Baca: Mahfud MD Sebut Kerusuhan 22 Mei Bukan Lagi Tanggung Jawab Prabowo Subianto

Baca: Momen Ani Yudhoyono Berdandan Setelah Keluar Ruang Isolasi, Istri SBY Siap-Siap ke Sini

Baca: Foto Anggota Brimob di Aksi Rusuh 22 Mei ini Jadi Viral, Setelah Diabadikan Oleh Fotografer

Baca: Diduga Sakit Hati, Pekerja Sawit di Kotabaru Bantai Mandornya Hingga Leher dan Tangan Nyaris Putus

Baca: Empat Pemain Barito Putera Dipanggil Timnas, Begini Reaksi Jacksen F Tiago

Baca: Penampakan Wajah Ustadz Arifin Ilham yang Tersenyum Saat Meninggal Dunia & Kenangan Santri Az Zikra

Namun ternyata diketahui bahwa tanah milik Hj Aisyah yang memiliki sertifikat tanah dengan tahun yang jauh lebih tua dibanding milik terdakwa RL.

RL yang melarikan diri dengan tinggal di Jakarta dijemput oleh petugas Kejaksaan Negeri Tanahlaut tanpa perlawanan. Ia dikenakan hukuman 10 bulan penjara.

Kajari Tanahlaut, Rahman kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (24/5/2019) mengatakan pihaknya memeroleh data keberadaan terdakwa atas kerjasama dengan Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejagung.

Baca: Perusuh Dibayar Rp 300 Ribu, Polisi Amankan 300 Orang Terkait Rusuh Jakarta 21-22 Mei

Baca: Cek Kondisi Refrigerant Jelang Mudik Lebaran Agar Kabin Tetap Adem, Simak Penjelasannya

"Kita minta bantuan untuk melakukan pencarian terpidana kemudian diketahui keberadaannya," ujarnya.

Sebelumnya kasus yang sudah dimulai di 2013 lalu ini tertunda penahanannya karena terpidana tak berada di tempat saat akan dilakukan eksekusi.

Setelah tiba di Tanahlaut dari bandara, terpidana RL pun langsung dicek kesehatannya untuk dilakukan penahanan.

RL saat dicek kesehatan oleh dokter di Kejari Tanahlaut
RL saat dicek kesehatan oleh dokter di Kejari Tanahlaut (banjarmasinpost.co.id/milna sari)

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved