BPost Cetak

Empat Atlet Paralympic Balangan Dipanggil ke Pelatnas, Pahri Berlatih Empat Jam Setiap Hari

Masih seumur jagung menekuni cabang olahraga (cabor) bulutangkis, bakat Pahri ternyata dilirik oleh tim NPC Pusat.

Empat Atlet Paralympic Balangan Dipanggil ke Pelatnas, Pahri Berlatih Empat Jam Setiap Hari
Istimewa/Sabirin
Atlet Parabadminton NPC Balangan, Pahri (memegang raket). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Masih seumur jagung menekuni cabang olahraga (cabor) bulutangkis, bakat Pahri ternyata dilirik oleh tim National Paralympic Commitee (NPC) Pusat. Atlet Parabadminton asal Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ini berhasil menjadi satu di antara 20 atlet NPC Kalimantan Selatan yang lolos mengikuti Pemusatan Latihan (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.

Pahri akan bergabung bersama atlet cacat lainnya untuk diproyeksikan memperkuat Indonesia dalam multievent 10th ASEAN Paragames 2020 di Filipina. Pelatnas akan diselenggarakan sejak 1 Mei hingga 31 Desember 2019.

“Alhamdulillah sangat bersyukur dan bangga. Sebelum berangkat saya juga tetap latihan di Balangan, tepatnya di Gedung Bulutangkis Awayan setiap hari selama empat jam,” jelas petani ini kepada BPost.

Baca: Live TVRI! Cara Live Streaming Piala Sudirman 2019 Indonesia vs Taiwan, Marcus/Kevin & Jonatan Main

Baca: Jadwal & Live Streaming Perempatfinal Piala Sudirman 2019 Jumat (24/5) Marcus/Kevin Pertama

Baca: Menggapai Syafaat Shiyam dan Alquran

Baca: Ini Pengakuan Sopir Ambulans Berlogo Gerindra Saat Kerusuhan 22 Mei, Yayan : Saya Hanya Disuruh DPC

Pahri sangat terbantu dengan adanya berbagai dukungan dari NPC Balangan dan NPC Kalsel. Bantuan itu mulai dari tempat latihan, shuttle-cock, pelatih dan sparring partner yang sangat menunjang. Itu karena lawan latihannya merupakan pebulutangkis putri normal yang sudah berprestasi di Balangan.

Oleh karena lawannya normal, tentu ini bukan hal ringan bagi Pahri. Dia harus lebih gigih memberikan pelawanan. Dengan demikian dia terbiasa dengan lawan yang lebih berat saat pertandingan.

Sang pelatih, Sabirin, pun melihat skill dan cara bermain Pahri meningkat. Padahal dia baru menekuni bulutangkis sejak kurang lebih enam bulan lalu. Sebelum itu dia sama sekali tidak memahami teknik bermain bulutangkis.

“Awalnya kami mencari atlet klasifikasi S6 atau atlet kerdil. Pahri kami coba didik dan ajarkan mulai nol. Ternyata dia memiliki bakat dan terlihat saat dia diikutkan dalam Kejurprov Bulutangkis 2018, September lalu,” paparnya.

Di tingkat nasional, atlet bulutangkis S6 hanya ada satu yakni dari Jawa Barat. Ini tentunya kesempatan bagus bagi Pahri untuk memperkuat Indonesia pada 10th ASEAN Paragames 2020 di Manila.

Namun di ajang tersebut, Pahri harus berjuang lebih keras. Soalnya ada lawan berat dari Thailand. Dia adalah atlet yang berhasil masuk final pada Asian Paragames 2018 di Jakarta.

Baca: Merawat Keutuhan Berbangsa

Baca: Berapa Biaya Pembuatan SIM A?, Ini Jawabannya

Agar termotivasi, Pahri ditarget minimal meraih medali perak. Untuk mewujudkannya, Sabirin terus memberikan materi latihan meliputi fisik dan teknik. Yang menjadi fokusnya yakni kebugaran fisik, kecepatan, ketangkasan, dan footwork.

Tak hanya Pahri. Kepala Biro Klasifikasi NPC Kalsel, dr Ferry Kustono menuturkan ada Noraimah, Triagus Arief Rahman dan Muhammad Ridhani dari Balangan yang dipanggil masuk Pelatnas. Semoga mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan dan bisa memberikan yang terbaik untuk banua dan Indonesia,” kata Wakil Ketua NPC Balangan ini. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved