Berita Kalteng

Gapasdap Kalteng Siap Pandu Tongkang Lewat Bawah Jembatan Kalahien, Perbaikan Masih Berproses

Seringnya terjadi kecelakaan air berupa Kapal atau Tongkang yang menghantam fender Jembatan penyeberangan mendapat perhatian organisasi angkutan sunga

Gapasdap Kalteng Siap Pandu Tongkang Lewat Bawah Jembatan Kalahien, Perbaikan Masih Berproses
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Jembatan Kalahien yang membentang di DAS Barito Selatan Kalteng ini, kerap dihantam tongkang pengangkut batu bara yang ingin keluar DAS Barito. 

BANJARMASINPIOST CO.ID, PALANGKARAYA - Seringnya terjadi kecelakaan air berupa Kapal atau Tongkang yang menghantam fender atau tiang pelindung pondasi Jembatan penyeberangan mendapat perhatian organisasi angkutan sungai.

Kecelakaan sungai yang terjadi di daerah aliran sungai (DAS) barito sebuah tongkang pengangkut batubara yang menghantam fender jembatan Kalahien, sehingga fender jembatan roboh salah satunya akibat tongkang saat melewati bawah jembatan tidak disertai jasa pandu yang memadai.

Informasi terhimpun menyebut,jasa pandu untuk kapal tugboat penarik tongkang yang dipakai hanya untuk satu kapal saja pada bagian muka yang menarik tongkang, padahal untuk amannya lalulalang tongkang selayaknya ada dua tugboat lagi pada bagian belakang tongkang yang mengatur buritan tongkang agar tidak terbawa arus air sungai.

Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Feri (Gapasdap) Kalimantan Tengah, menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah atau pengusaha untuk membantu jasa pandu bagi lalulalang kapal yang ingin melewati jalur bawah jembatan penyeberangan agar lebih aman saat melintas bawah jembatan.

Baca: Ngaku Nekat Beli Rumah Mewah Rp 17 Miliar, Iis Dahlia Kerja Syuting Sampai Tidur di Studio

Baca: Cek Kondisi Refrigerant Jelang Mudik Lebaran Agar Kabin Tetap Adem, Simak Penjelasannya

Baca: Penampakan Wajah Ustadz Arifin Ilham yang Tersenyum Saat Meninggal Dunia & Kenangan Santri Az Zikra

Ketua Gapasdap Kalteng, Lodewyk CH Iban, Jumat (24/5/2019) mengungkapkan, pihaknya siap bekerjasama dalam pengaturan lakulintas kapal atau tongkang yang melalui bawah jembatan rangka baja yang cukup banyak di Kalteng.

"Kami siap membantu atau menawarkan jasa pandu atau penunjuk jalur untuk kapal dan tongkang agar bisa mudah dan aman ketika melewati bawah jembatan di DAS yang ada di Kalteng, karena selama ini cukup prihatin sering terjadi lapal atau tongkang menghantam pondasi atau fender jembatan," ujarnya.

 Aturan Khusus Kapal Lewat Bawah Jembatan

Kepala Dinas PUPR Kalteng, Salahuddin, mengatakan, terkait masalah fender jembatan Kalahien yang sempat ditabrak tongkang hingga saat ini masih proses untuk perbaikan dan negosiasi dengan pihak perusahaan pelayaran dan perusahaan batubara yang mengalami kecelakan.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Ati Mulyati, mengatakan, pihaknya telah mengatur ketentuan lalulintas kapal angkutan barang termasuk tongkang pengangkut batubara yang melewati bawah jembatan penyeberangan sungai sehingga selayaknya ditaati oleh pihak pelayaran.

Baca: Perusuh Dibayar Rp 300 Ribu, Polisi Amankan 300 Orang Terkait Rusuh Jakarta 21-22 Mei

"Semua prosedur kapal pengangkut batubara atau kapal tugboat dan jenis lainnya yang lewat bawah jembatan rangka baja di Kalteng sudah ada aturannya dan rambu-rambunya termasuk jam lewat juga diatur, sehingga selayaknya itu ditaati untuk menghindari kecelakaan," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved