Berita Internasional

Inilah Ketakutan Presiden Donald Trump Jika Huawei Kuasai Amerika Serikat, Sangat Berbahaya!

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Huawei bisa menjadi bagian dari kesepakatan perdagangan antara AS dan China.

Inilah Ketakutan Presiden Donald Trump Jika Huawei Kuasai Amerika Serikat, Sangat Berbahaya!
AFP/JIM WATSON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Huawei bisa menjadi bagian dari kesepakatan perdagangan antara AS dan China.

Meski demikian pada saat yang sama, dia menyebut raksasa telekomunikasi China itu sangat berbahaya.

Pada pekan lalu, pemerintahan Trump secara efektif melarang perusahaan AS melakukan bisnis dengan Huawei.

"Lihat apa yang mereka lakukan dari sisi keamanan, dari sisi militer, itu sangat berbahaya," katanya di Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters.

"Jika kita membuat kesepakatan, saya bisa bayangkan Huawei mungkin masuk dalam sejumlah bentuk atau sebagian dari itu," ujarnya.

Baca: Jangan Kaget! Google Sudah Hapus Ponsel Huawei Ini dari Halaman Android Q

Baca: Apa Itu 5G? Lalu Kenapa Pemerintah Amerika Serikat Memasukkan Huawei ke Daftar Hitam?

Baca: Google Cabut Lisensi Android HP Huawei, Aplikasi Chrome, Play Store Tak Bisa Lagi Digunakan

Trump meyakini perang dagang dengan China akan berakhir cepat, meski tidak ada pembicaraan level tinggi yang dijadwalkan untuk kedua negara.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuding pendiri Huawei Ren Zhengfei berbohong mengenai perusahaannya yang tidak terkait dengan pemerintah China.

"Perusahaan itu sangat terikat tidak hanya dengan China tetapi dengan Partai Komunis China," ucapnya.

"Koneksi itu membuat informasi yang melintasi jaringan mereka berada dalam bahaya," imbuhnya.

Huawei berulang kali membantah tudingan telah dikendalikan oleh pemerintah China, militer atau dinas intelijen "Negeri Tirai Bambu".

Pada awal pekan ini, Ren mengabaikan upaya AS untuk menghentikan ambisi global perusahaannya. Dia menyebut AS meremehkan kekuatan Huawei.

"Praktik politisi AS saat ini meremehkan kekuatan kami," ujarnya.

"5G Huawei sama sekali tidak akan terpengaruh. Dalam hal teknologi 5G, yang lain tidak akan bisa menyusul Huawei dalam dua atau tiga tahun," katanya.

"Kami mengorbankan diri dan keluarga karena kami memiliki tujuan. Untuk berdiri di puncak dunia, untuk tujuan ini, akan ada konflik dengan AS cepat atau lambat," imbuhnya.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved