Kebiasan Warga Membuang Kucing

Kucing yang Dibuang ke BPTU HPT Dibuang Lagi ke TPA Bakunci, Begini Alasannya

Dokter Hewan BPTU HTP Pelaihari, Widi Jumat (24/5/2019) kucing yang masuk ke BPTU HPT Pelaihari akan dibuang lagi oleh pihaknya ke TPA Bakunci.

Kucing yang Dibuang ke BPTU HPT Dibuang Lagi ke TPA Bakunci, Begini Alasannya
istimewa
TPA Bakunci 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Nasib Kucing yang dibuang warga ke kantor Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Pelaihari di Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan tidak menentu.

Kini kucing-kucing tersebut dibuang kembali oleh pegawai BPTU HPT Pelaihari ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakunci Pelaihari.

Dokter Hewan BPTU HTP Pelaihari, Widi Jumat (24/5/2019) mengakui kucing yang masuk ke BPTU HPT Pelaihari akan dibuang lagi oleh pihaknya ke TPA Bakunci.

"Kami tidak mungkin juga merawatnya karena kucing ini pembawa toksoplasma ke ternak kami," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Diduga Sakit Hati, Barson Bunuh Pasutri di Kebun Karet

Baca: Penjual Sayur Keliling Ditemukan Tewas, Diduga Korban Rampok

Baca: Buron Enam Tahun, Ibu Rumah Tangga Ini Ditangkap di Jakarta, Terdakwa Pemalsu Sertifikat Tanah

Bahkan beberapa anak itik hasil bibitan pihaknya juga mati karena dimainkan kucing. "Tidak dimakannya cuma dimainkannya sampai mati," tambahnya.

Oleh karenanya kucing yang masuk ke kawasan BPTU HPT dibuang kembali ke TPA agar tak mengganggu ternak.

Terkait dipilihnya TPA terang Widi karena di TPA ada banyak makanan yang bisa dimakan oleh kucing. Selain itu Dinas Kesehatan Hewan tentu juga akan lebih mudah mendata Hewan Pembawa Rabies (HPR) tersebut di satu titik.
(Banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved