BPost Cetak

Mengenang Almarhum Ustadz Arifin Ilham, Masa Muda Selalu Salat di Masjid Sabilal Muhtadin

Rumah ini merupakan saksi bisu kehadiran seorang ulama kondang Tanah Air, Ustadz Muhammad Arifin Ilham.

Mengenang Almarhum Ustadz Arifin Ilham, Masa Muda Selalu Salat di Masjid Sabilal Muhtadin
@kh_m_arifin_ilham
KH Arifin Ilham dan Ustaz Abdul Somad. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Lengang. Begitulah suasana sebuah bangunan di Jalan Simpang Kertak Baru RT 7 Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin, Kamis (23/5) siang. Kesan rumah tidak berpenghuni semakin menya­kinkan karena pintu yang dilapisi pagar besi tertutup rapat.

Rumah ini merupakan saksi bisu kehadiran seorang ulama kondang Tanah Air, Ustadz Muhammad Arifin Ilham. Ustadz, yang meninggal dunia di Penang Malaysia pada Rabu (22/5) malam, pernah tumbuh besar di sini. Sejak lahir pada 8 Juni 1969 hingga SMP, dia tinggal di Banjarmasin. Selanjut dia hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan hingga menjadi Ustadz terkenal.

“Namun setiap ke Kalsel, Pak Ustadz tak lupa datang untuk membesuk ibunya. Kadang juga membesuk anak-anak TK,” kata Noorjannah, guru Taman Kanak-kanak Azzikra yang ada di permukiman tersebut.

Ada banyak hal yang dia ingat mengenai Ustadz Arifin Ilham. Di antaranya, dia selalu mengajarkan dan membiasakan anak-anak TK Azzikra untuk berzikir.

Baca: Penampakan Wajah Ustadz Arifin Ilham yang Tersenyum Saat Meninggal Dunia & Kenangan Santri Az Zikra

Baca: Bandingkan Sikap Maia Estianty dan Mulan Jameela, Dul Jaelani Hengkang dari Rumah Ahmad Dhani.

Baca: Ini Pengakuan Sopir Ambulans Berlogo Gerindra Saat Kerusuhan 22 Mei, Yayan : Saya Hanya Disuruh DPC

Baca: Klarifikasi Luna Maya Tak Sebut Nama Syahrini Meski Sepanggung di Shopee, Karena Istri Reino Barack?

“Makanya setiap hari, anak-anak di sini kami ajak berzikir. Selain itu beliau berpesan melalui adiknya, kalau menghadapi anak-anak harus penuh kasih sayang dan sabar. Selalu peluk hangat mereka, karena itu lah anak-anak,” kata Noorjannah.

Siang itu, Pasha, murid TK Azzikra, terdengar lancar memimpin sejumlah temannya belajar menunaikan salat duha. Saat diajak berbincang mengenai Ustadz Arifin Ilham, bocah berusia enam tahun itu sempat meng­ungkapkan keinginannya menjadi penceramah seperti almarhum. “Nanti kalau besar juga mau jadi penceramah seperti Ustadz Arifin,” kata Pasha.

TK Az Zikra
TK Az Zikra (banjarmasinpost.co.id/abdul Gani)

Kesan mendalam juga dirasakan Ati yang lebih dikenal dengan sebutan Acil atau Bibi Ati. Dia sudah bekerja di rumah Ustadz Arifin Ilham sekitar 30 tahun.

Arifin memang rajin salat sejak remaja. Salat wajibnya pun tepat waktu. Biasanya dia salat wajib di Masjid Raya Sabilal Muhtadin sendiri maupun bersama ayah dan ibunya. Mereka jalan kaki karena jaraknya hanya sekitar 500 meter.

“Kebetulan waktu itu usia beliau masih sekitar 20 tahun. Beliau kuliah di Jogja. Jadi kalau libur, saya selalu bertemu dan melihat kebiasaannya,” kata Acil Ati.

Acil Ati pun merasa dianggap keluarga. Itu karena Ustadz Arifin dan keluarganya tak pernah membeda-bedakan orang meskipun dirinya pembantu.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved