BPost Cetak

Perusuh Dibayar Rp 300 Ribu, Polisi Amankan 300 Orang Terkait Rusuh Jakarta 21-22 Mei

Polisi juga telah memproses sejumlah orang yang ditangkap dalam dua hari insiden di sejumlah titik Kota Jakarta.

Perusuh Dibayar Rp 300 Ribu, Polisi Amankan 300 Orang Terkait Rusuh Jakarta 21-22 Mei
(KOMPAS.com/Jimy)
Sejumlah tersangka pelaku kerusuhan di kawasan Slipi dan Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019) yang berhasil ditangkap polisi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kondisi Jakarta mulai kondusif pascakerusuhan Rabu (22/5) hingga Kamis (23/5) dinihari. Selain telah mengendalikan ibukota, polisi juga telah memproses sejumlah orang yang ditangkap dalam dua hari insiden di sejumlah titik Kota Jakarta.

Hingga kemarin, polisi telah menangkap sebanyak 300 orang atau bertambah sekitar 50 orang dari hari sebelumnya. Mereka yang ditangkap kini ditahan di Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Barat.

Sebagian di antara mereka, disebut polisi sebagai massa baya­ran yang menerima uang Rp 300 ribu per orang. Polisi juga mengatakan ada di antara mereka yang terindikasi pengguna narkoba serta terpapar ideologi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Amplopnya sudah ada tulisan masing-masing Rp 300 ribu per hari. Sekali datang dikasih duit,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/5).

Baca: Mahfud MD Sebut Kerusuhan 22 Mei Bukan Lagi Tanggung Jawab Prabowo Subianto

Baca: Foto Anggota Brimob di Aksi Rusuh 22 Mei ini Jadi Viral, Setelah Diabadikan Oleh Fotografer

Baca: Pos Polisi di Solo Dekat Rumah Jokowi Terbakar, Rembetan Aksi Rusuh 22 Mei?

Baca: Siang Ini Prabowo Ajukan Gugatan

Baca: Hari Ini Kesempatan Terakhir Prabowo-Sandiaga Daftarkan Gugatan Sengketa Pilpres ke MK

Baca: Ini Pengakuan Sopir Ambulans Berlogo Gerindra Saat Kerusuhan 22 Mei, Yayan : Saya Hanya Disuruh DPC

Dedi menyebut, polisi masih melakukan pemeriksaa dan mencari kordinator lapangan serta aktor intelektual di balik aksi rusuh itu. “Ada uang, kemudian dari hasil pemeriksaannya juga para tersangka tersebut mengakui bahwa uang yang diterimanya tersebut sebagai imbalan untuk melakukan aksi yang rusuh,” ujarnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa kendaraan bermotor, senjata tajam, molotov, alat komunikasi, kamera, hingga petasan berbagai ukuran. “Tambahan hari ini petasan, bom molotov dan ketapel yang disita dari pelaku,” kata Dedi.

Polisi juga memperlihatkan tiga senjata api di antaranya senjata laras panjang M4 yang diduga akan digunakan sniper (penembak jitu) saat Aksi 22 Mei.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar M Iqbal
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar M Iqbal (banjarmasinpost.co.id/tribunnews.com)

Di tempat terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal menyatakan, pada saat terjadi kericuhan di kawasan Slipi, Jakarta, massa sempat menjarah peluru tajam dari mobil Brimob. "Itu semua dijarah itu oleh perusuh," ujar Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (23/5).

Iqbal mengatakan berdasarkan SOP polisi menyediakan peluru tajam yang hanya digunakan tim anti-anarkis Brimob. Hingga Jakarta tenang, tim tersebut sama sekali belum diturunkan.

Korban Meninggal

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved